Kapolda Kepri Perintahkan Seluruh Kapolres Siapkan Skenario Penanganan Bencana Akhir Tahun
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin Saat Berfoto Bersama Dirpolair Kombes Handono Subiakto Saat Menghadiri Ulang Tahun Ditpolair ke 75 di Sekupang, Senin (1/12) siang. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)
Batam, Batamnews – Untuk mengantisipasi bencana alam di akhir tahun, yang biasa terjadi seluruh Kapolresta di Kepri diminta oleh Kapolda Kepri untuk melakukan skenario bersama dinas terkait agar tidak panik saat bencana terjadi.
"Semua Kapolres sudah saya perintahkan untuk melakukan skenario bersama instansi terkait, agar tidak kaget saat terjadi bencana di wilayah hukumnya masing-masing," kata Irjen Asep Safrudin, Senin (1/12/2025) siang.
Asep meminta agar semua Polres jajaran, menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Basarnas, maupun pihak swasta yang memiliki sarana transportasi laut dan udara. Apalagi, menjelang akhir tahun, potensi bencana alam kembali menjadi perhatian serius Polda Kepulauan Riau (Kepri).
"Periode ini selalu menjadi fase rawan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, terutama terhadap cuaca ekstrem yang kerap muncul berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," ujarnya.
Menurut Asep, jajaran kepolisian di seluruh wilayah Kepri diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman rob, angin kencang, dan gelombang tinggi yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Kepri sebagai wilayah kepulauan memiliki risiko lebih besar, terutama di daerah yang sulit dijangkau.
"Seperti Serasan, Natuna, yang dalam catatan beberapa tahun lalu mengalami kejadian bencana cukup kompleks. Kita ingin kejadian serupa tidak terjadi," katanya.
Asep juga meminta, pentingnya skenario penanganan apabila terjadi kondisi buruk. Jika suatu wilayah terisolasi akibat cuaca ekstrem, maka seluruh unsur kepolisian harus sudah memiliki gambaran langkah cepat yang dapat dilakukan.
"Termasuk menentukan pola komunikasi, jalur alternatif yang memungkinkan ditempuh, serta bentuk bantuan yang dapat dikirimkan dalam kondisi darurat," ujarnya.
Asep juga mendorong seluruh Kapolres untuk memastikan koordinasi dengan instansi terkait berjalan maksimal. Mengingat beberapa lokasi di Kepri memiliki akses terbatas dan meminta setiap daerah memetakan mana saja titik rawan yang berpotensi sulit dijangkau saat bencana terjadi, serta siapa saja pihak yang dapat diajak bekerja sama untuk mempercepat proses bantuan.
Dalam rapat internal, Asep menyampaikan, sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci utama meminimalkan dampak bencana. Karena tidak semua lokasi bisa ditangani dengan prosedur biasa, sehingga diperlukan skenario yang fleksibel dan adaptif.
"Hal ini termasuk menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Basarnas, maupun pihak swasta yang memiliki sarana transportasi laut dan udara," katanya.
Kabid Operasi (Karo Ops) Polda Kepri, sambung Asep, juga diminta membuat satu sistem peringatan atau warning kepada seluruh jajaran dan instansi terkait. Sistem ini bertujuan agar, setiap elemen yang memiliki fungsi penanganan bencana dapat segera bergerak ketika situasi darurat muncul tanpa harus menunggu instruksi berjenjang yang memakan waktu.
Asep menambahkan, pengalaman kejadian-kejadian sebelumnya harus menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak. Dengan adanya kesiapan bersama di awal, respon terhadap bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
"Terutama jika bencana terjadi secara mendadak, seluruh unsur kepolisian dan instansi pendukung harus sudah berada dalam kondisi siaga penuh," ujarnya.
Asep berharap, kewaspadaan ini tidak hanya dimiliki oleh aparat, tetapi juga masyarakat untuk memantau informasi cuaca dari BMKG, menghindari aktivitas berisiko di laut maupun pesisir saat cuaca buruk, dan segera melapor jika melihat tanda-tanda potensi bencana.
"Kesiapsiagaan kolektif diharapkan, mampu mengurangi dampak dan menyelamatkan lebih banyak nyawa," katanya.
Komentar Via Facebook :