Gubernur Kepri Klarifikasi Isu Lelang Taman Gurindam untuk Kuliner Branded, UMKM Tetap Diprioritaskan

Gubernur Kepri Klarifikasi Isu Lelang Taman Gurindam untuk Kuliner Branded, UMKM Tetap Diprioritaskan

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, meluruskan kabar yang sempat beredar luas mengenai pelelangan kawasan Taman Gurindam, Tanjungpinang. Ia menegaskan bahwa informasi yang menyebut seluruh kawasan taman akan dilelang adalah keliru. Menurutnya, hanya sebagian kecil area yang memang dipersiapkan untuk pengembangan kuliner kelas atas.

Ansar menjelaskan bahwa luas lahan yang akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga melalui mekanisme lelang hanya 7.000 meter persegi. Area terbatas ini ditujukan untuk menghadirkan gerai kuliner modern dan berkelas, sebagai upaya memperkaya pilihan bagi masyarakat serta wisatawan mancanegara yang berkunjung.

"Itu bukan Taman Gurindam-nya yang dilelang. Ada lahan 7.000 meter saja, untuk makanan-makanan branded lah ya," ujar Ansar Ahmad saat ditemui di Batam, Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan bahwa ruang tersebut akan diisi oleh brand-brand ternama, seperti continental coffee atau gerai modern lain sesuai pemenang lelang nantinya. Dengan adanya klaster kuliner ini, kawasan Taman Gurindam diharapkan mampu menjadi lokasi representatif untuk menjamu tamu dari Singapura, Malaysia, maupun negara lainnya.

"Supaya di sana masyarakat punya pilihan. Mau menikmati makanan-makanan yang klaster khusus, seperti di dekat Pollux itu, mereka bisa nikmati. Tamu-tamu dari Singapura, dari Malaysia sampai sana bisa menikmati," jelasnya.

Meski menyiapkan ruang khusus untuk kuliner branded, Ansar memastikan bahwa pedagang UMKM tidak akan tersingkir. Pemprov Kepri telah menyiapkan rencana penataan dengan lokasi khusus yang tetap strategis bagi pelaku usaha kecil. Anggaran sebesar Rp 5 miliar telah diproyeksikan tahun depan untuk pembenahan area yang menjorok ke laut, sebagai ruang UMKM baru.

"Yang menikmati UMKM, kita sediakan tempatnya. Tahun depan Insyaallah kita anggarkan Rp5 Miliar. Yang menjorok ke laut itu kita benahi, nanti untuk menempatkan UMKM-UMKM," tegas Ansar.

Gubernur juga menyoroti lonjakan jumlah pedagang yang signifikan pasca-pandemi Covid-19. Bila saat Covid hanya terdapat sekitar 30 pedagang, kini jumlahnya melonjak menjadi hampir 300 pedagang. Kondisi tersebut mendorong perlunya penertiban, terutama untuk pedagang yang diketahui menguasai lebih dari satu lapak.

"Kita akan tertibkan nanti. Kalau ada satu orang punya dua, punya tiga, atau punya lima lapak, kita hanya kasih satu saja. Nanti saya kerja sama dengan Walikota untuk menertibkan," tambahnya.

Mengenai progres lelang untuk zona kuliner branded, Ansar menjelaskan bahwa proses telah berjalan dan Pemprov Kepri sudah meminta Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan agar seluruh mekanisme sesuai aturan yang berlaku.

"Sekarang lagi proses. Kita kemarin urus LO-nya ke Kejaksaan. Biasa setiap membangun pasti ada saja (isunya), tapi kalau sudah selesai mereka juga yang menikmati," pungkas Gubernur Ansar.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :