Krisis TPA Punggur: Antrian 4 Jam Bikin Sopir Truk Sampah Pulang Malam, Sampah Menumpuk di Batam
Salah satu supir truk sampah di Batam Iskandar, saat bercerita tentang kondisinya dilapangan.
Batam, Batamnews - Bayangkan harus menunggu hingga empat jam hanya untuk membuang sampah. Itulah kenyataan pahit yang setiap hari dihadapi oleh para sopir truk sampah di TPA Punggur, Batam, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Pak Iskandar, salah seorang sopir, bercerita dengan nada lelah. "Lama antriannya? Bisa satu jam, bisa dua, bisa tiga, bahkan empat jam," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, truk yang dilengkapi kernet seharusnya bisa bolak-balik dua kali dalam sehari. Tapi target itu kini sulit dicapai.
Baca juga: PN Batam Kosongkan Rumah Rosedale, Kuasa Hukum: Putusan Ini Final dan Mengikat!
"Kalau ada kernet, ya dua ritase. Kalau tidak ada, sekali saja susah," keluhnya.
Hari-hari para sopir ini menjadi tidak efisien. "Kita sampai di sini jam 12, baru bisa masuk depan jam 4. Padahal seharusnya, sesuai perjanjian kerja, jam 3 sudah selesai," tambah Pak Iskandar.
Idealnya, tanpa antrian, tiga ritase dalam sehari bisa dicapai. Kenyataannya? Untuk sekadar dua kali angkut, mereka kerap harus bekerja sampai pukul 9 malam.
"Dulu, sebelum ada antrian seperti ini, tiga ritase biasa saja. Sekarang, untuk dua ritase saja sudah syukur," kenangnya.
Apa akar masalahnya?
Pertama, produktivitas truk yang merosot. Truk amroll yang seharusnya bisa empat sampai enam ritase sehari, kini terjebak antrian sama seperti yang lain.
Kedua, banyak truk yang rusak. Truk yang masih beroperasi pun sering kesulitan masuk ke perumahan di malam hari karena jalanan dipadati kendaraan warga.
"Bayangkan, berapa banyak sampah yang tidak terangkut setiap harinya karena macet dan antrian ini," geram salah seorang sopir.
Krisis ini dipicu oleh penutupan Zona A di TPA Punggur oleh Kementerian LHK akibat masalah tata kelola.
Kapasitas pembuangan pun menyusut drastis, sementara sampah yang masuk tetap sekitar 1.300 ton per hari. Situasi diperparah dengan kondisi alat berat yang rusak dan jalan satu jalur di dalam TPA.
"Di dalam sana memang cuma satu jalur. Sebenarnya bisa dibuat lebih, tapi kembali lagi pada prioritas pengerjaannya," jelas Pak Iskandar.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyadari masalah ini. Pemerintah kini melibatkan pengusaha untuk membangun jalan lingkar agar truk bisa bermanuver lebih lancar.
Harapan para sopir sederhana. "Saran saya, benahi TPA biar tidak macet dan lancar," pintanya.
Pemkot Batam telah membentuk satgas khusus dan menyewa armada tambahan di tiap kecamatan menggunakan anggaran tak terduga.
Dampaknya tidak main-main. Bukan hanya waktu dan tenaga sopir yang terkuras, tapi sampah pun menumpuk di sudut-sudut kota. Masalah ini bukan sekadar antrian truk, melainkan ancaman bagi kebersihan dan kesehatan warga Batam.
Komentar Via Facebook :