Copet Beraksi di Pasar Jodoh, Handphone Turis Singapura Raib, Pelaku Melenggang dengan Motor

Copet Beraksi di Pasar Jodoh, Handphone Turis Singapura Raib, Pelaku Melenggang dengan Motor

Salah Setu Terduga Pelaku Copet Terhadap Pasutri WNA Asal Singapura di Pasar Jodoh, Lubuk Baja, Kota Batam, Minggu (16/11/2025) pagi, Sempat Dihakimi Massa Sebelum Berhasil Melarikan Diri. (foto. hasil tangkapan layar dari video yang diperoleh batamnews.co.id).

Nurjali

Batam, Batamnews - Sepasang suami istri turis asal Singapura harus merasakan pahitnya menjadi korban pencopetan di Pasar Jodoh, Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Kejadian yang memalukan ini terjadi pada Minggu pagi, 16 November 2025, saat mereka sedang asyik menikmati suasana pasar tiba-tiba saja telepon genggam sang istri raib.

Menurut seorang pedagang di sana, kedua turis yang berusia sekitar 50 tahun itu mengaku ponselnya dicopet oleh dua orang tak dikenal. Kabar pencurian itu pun langsung menyebar, membuat suasana pasar sempat ricuh.

Baca juga: Resmob Polres Karimun Bekuk Spesialis Pencuri yang Beraksi di 50 TKP

“Iya benar, korbannya pasangan suami istri dari Singapura. Pencopetnya mencuri handphone milik si istri,” jelas pedagang yang enggan disebut namanya itu.

Ia bercerita, begitu aksi copet terendus, segerombolan pedagang dan pengunjung berusaha menangkap kedua pelaku. Keduanya sempat diamankan oleh massa. Namun, situasi berbalik seratus delapan puluh derajat.

“Tiba-tiba ada seorang lain datang naik motor, pakai masker. Dia langsung menjemput kedua copet itu dan kabur membawa handphone hasil curian,” lanjutnya, menggambarkan aksi kabur pelaku yang berlangsung cepat.

Aksi nekat di siang bolong ini bukan cuma bikin resah, tapi juga memalukan nama Batam. Sang pedagang menyayangkan kejadian ini, terutama karena korbannya adalah wisatawan asing.

“Kami berharap pelakunya segera ditangkap. Peristiwa seperti ini sangat meresahkan dan memalukan. Jangankan datang ke pasar, wisatawan bisa-bisa takut sama sekali untuk berkunjung ke Batam,” ujarnya prihatin.

Baca juga: Motor Dipinjam Teman, Malah Digelapkan

Insiden ini menjadi pengingat pahit bahwa kenyamanan dan keamanan wisatawan adalah harga mati bagi kota seperti Batam. Jika terus terjadi, reputasi sebagai destinasi yang ramah dan aman bisa terancam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :