Pengembang Green Terrace Tiban Rusak Jalan Perumahan, Ibu-ibu Blokir Jalan dan Gelar Yassinan

Pengembang Green Terrace Tiban Rusak Jalan Perumahan, Ibu-ibu Blokir Jalan dan Gelar Yassinan

Sejumlah ibu rumah tangga ikut dalam aksi pemblokiran jalan. (Foto: Edo/Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Pemblokiran jalan Komplek Perumahan Tiban Baitul Hasanah bukan tanpa alasah. Kerusakan jalan, debu, dan pemotongan bukit di lokasi perumahan Green Terrace Tiban, Kecamatan Sekupang, Batam, diduga sebagai pemicunya.

Warga Baitul Hasanah menilai pihak pengembang belum menunaikan kewajibannya seperti yang telah disepakati. 

Aktivitas pengembang perumahan Green Terrace ini menggunakan jalan perumahan. Tampak akibat lalu lalang truk proyek, jalan perumahan Baitul Hasanah hancur. 

Pihak pengembang Green Terrace, Oyong Wahyudi mengatakan, sudah ada kesepakatan dengan warga namun warga yang membuat tidak adanya penyelesaian.

"Sebenarnya sudah ada titik temu, tapi warga yang membuat didak ada penyelesaian," ujar Oyong, Rabu (13/4/2016).

Mengenai izin, Oyong mengklaim sudah memiliki izin dari pemerintah dan notaris, untuk melakukan aktivitas pengembangan.

"Pengembangan dan pembangunan sudah ada izin dari pemerinyah, dinotariskan, tapi hanya sebagai pelaksana," kata Oyong Wahyudi.

Saat ini warga Baitul Hasanah memblokir jalan lalu lalang truk tanah dengan menggunakan mobil jenazah. Lalu lalang truk tanah itu menimbulkan debu dan kerusakan jalan. 

Sementara itu, Ramli Ketua RT 02 RW 19, sempat dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. 

Saat saat ini berada di kantor polisi, istri Ramli tampak menyusul, dan tak terima perlakuan terhadap suaminya.

"Pulangkan suami saya dulu, baru mobil ini baru bisa di singkirkan," ujar Istri Ramli kepada pihak pengembang dan Polisi.

Sejumlah ibu rumah tangga ikut dalam aksi pemblokiran jalan. Mereka mendirikan tenda di sebelah mobil jenazah.

"Kami mendirikan tenda mau yasinan. Sampai adanya titik terang antara pihak pengelola," lanjut warga tersebut.

Sampai saat ini, belum ada titik terang antara pihak pengelola perumaham yang sedang dibangun dengan warga perumahan Baitul Hasanah.

Sebelumnya, warga beberapa kali membuat portal untuk mengadang truk-truk pengangkut tanah di pintu gerbang, namun dibongkar paksa pihak pengembang dengan mengerahkan sejumlah aparat keamanan berseragam hijau.

Pada Rabu (13/4/2016), pihak pengembang bersama polisi berusaha mengangkut mobil ambulans warga, namun diadang sejumlah warga. Kasus ini diperkirakan berpotensi konflik antar warga dan pengembang.

Saat ini pihak pengembang masih terus melakukan pemotongan bukit dan penimbunan danau kecil di wilayah tersebut. 

 

[edo]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :