Krisis Air Batam: 80 Ribu Pelanggan Baru Picu Kelangkaan, Amsakar Janji Solusi Permanen
Kepala BP Batam dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad.
Batam, Batamnews - Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Batam akhirnya mendapat janji solusi permanen. Janji ini disampaikan langsung oleh Amsakar Achmad, yang memegang dua jabatan strategis: Kepala BP Batam dan Wali Kota Batam.
Kawasan seperti Batu Ampar, Tanjung Sengkuang, dan Batu Merah menjadi perhatian utama. Keluhan warga yang sebelumnya disampaikan di DPR mendorong Amsakar turun langsung ke lapangan beberapa waktu lalu.
"Setelah aspirasi warga disampaikan di DPR, kami sudah tindaklanjuti. Tapi, pelayanan air hingga kini belum juga lancar," ujar Amsakar, Sabtu, 8 November 2025.
Baca juga: Razia Gudang Sagulung, Polresta Barelang Sita 5 Truk Barang Impor Bekas
Dalam kunjungannya, Amsakar didampingi sejumlah pejabat terkait. Mereka menemukan akar masalahnya: tandon air yang ada tidak mampu mendorong air ke daerah yang lebih tinggi. Akibatnya, wilayah di bawah lancar, sementara yang di atas kekurangan.
Solusi teknis pun langsung diusulkan, seperti memperluas sistem dan mengatur tekanan air. Namun, seorang warga senior memberikan masukan lain: mengaktifkan kembali "Tangki Seribu" seperti dahulu. Menurutnya, itu bisa menyelesaikan masalah di sekitar Batu Ampar.
Amsakar pun langsung meninjau Tangki Seribu. Sayangnya, solusi sederhana itu tidak mudah diwujudkan. Pihak Adhya Tirta Batam (ABH) menjelaskan kendalanya: ada tambahan sekitar 80.000 pelanggan baru.
Dengan pertambahan sebanyak itu, distribusi air harus dikelola dengan sangat hati-hati. Memusatkan pasokan ke satu wilayah bisa mengakibatkan kekurangan di tempat lain, seperti Lubuk Baja.
Menyadari hal ini, Amsakar menekankan bahwa solusi sementara saja tidak cukup. Diperlukan upaya yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Baca juga: Sidak Mendadak Polresta Barelang di Batam Pastikan Harga Beras Sesuai HET
"Solusi permanen yang akan kami lakukan adalah membangun instalasi baru di awal tahun. Pengerjaannya ditargetkan selesai dalam tiga bulan. Dana yang disiapkan cukup besar, dan saya harap ini benar-benar menjadi jawaban bagi warga," tegasnya.
Amsakar juga meminta timnya segera merealisasikan rencana pembagian air dan penambahan tandon, terlebih pekerjaan penggalian di Tanjung Sengkuang sudah dimulai. Harapannya, krisis ini segera teratasi dengan langkah-langkah konkret tersebut.

Komentar Via Facebook :