Warga Buliang Batam Geger, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Warga Perumahan Griya Prima Blok N, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria tanpa busana di dalam kamar kos Griya Permai Blok N No. 16, Sabtu (8/11) pagi. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews – Warga Perumahan Griya Prima Blok N, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria tanpa busana di dalam kamar kos Griya Permai Blok N No. 16, Sabtu (8/11/2025) pagi. Korban diketahui bernama Rizki Munandar (27). Ia diduga meninggal akibat penyakit yang dideritanya dan rencananya akan dipulangkan ke Pidie, Aceh.
Penemuan korban bermula dari kecurigaan seorang warga bernama Syamsurijal. Ia merasa janggal karena korban tak merespons dalam beberapa hari terakhir. Merasa ada yang tidak beres, Syamsurijal mendatangi kamar korban yang berada di lantai dua. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi telanjang bulat dan tergeletak di lantai kamar kosnya.
Panik melihat kejadian itu, Syamsurijal bersama warga sekitar langsung melaporkannya kepada perangkat RT 5/RW 14 setempat dan kemudian diteruskan ke Polsek Batuaji. Tak berselang lama, polisi tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengamankan area kejadian.
Tim Inafis Polresta Barelang yang datang kemudian melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah obat-obatan medis yang diduga rutin dikonsumsi korban untuk perawatan penyakitnya.
"Tidak ada ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, dugaan sementara korban meninggal karena sakit," kata salah seorang anggota Inafis di lokasi kejadian.
Informasi dari pihak keluarga dan kerabat menyebutkan bahwa korban sudah lama menderita penyakit talasemia, bahkan sebelumnya pernah menjalani operasi ginjal tiga tahun lalu. Semasa hidupnya, korban juga diketahui rutin menjalani transfusi darah setiap dua bulan sekali.
Hal tersebut diperkuat dengan ditemukannya beberapa obat medis di kamar korban yang diduga merupakan obat rutin yang dikonsumsinya. Pemilik kos menyampaikan bahwa korban sudah tinggal di kos tersebut selama satu setengah tahun.
Syamsurijal menambahkan bahwa dirinya terakhir kali berkomunikasi dengan korban tiga hari lalu melalui pesan singkat. Namun sejak saat itu, pesan tidak dibalas lagi dan nomor korban juga tidak aktif sejak sehari sebelum penemuan.
"Biasanya dia balas cepat. Tapi tiga hari ini nggak ada kabar. Saya khawatir, jadi saya minta anak kos lain ngecek kamarnya,” katanya.
Korban diketahui bekerja di PT LKS Bintang Industri dan sudah dua hari tidak masuk kerja tanpa keterangan. Rekan kerja korban bahkan sempat merasa khawatir karena korban dikenal sebagai karyawan yang rajin dan jarang absen.
Setelah penemuan tersebut dan atas kesepakatan pihak keluarga, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya di Pidie, Aceh, pada siang harinya.

Komentar Via Facebook :