Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 168.000 Batang Rokok Ilegal
Dua Penyelundupan Rokok Ilegal Yang Berhasil Diamankan Petugas Bea dan Cukai Batam di perairan Tanjung Uncang, Jumat (7/11) sekitar pukul 00.15 WIB. Foto : Humas Bea dan Cukai Batam
Batam, Batamnews - Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan rokok ilegal di perairan Tanjung Uncang. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 7 November 2025 dini hari, tepatnya sekitar pukul 00.15 WIB.
Saat melakukan patroli, tim Bea Cukai di kapal BC 10027 memperhatikan sebuah speedboat tak bernama yang mencurigakan. Kapal itu melaju dari arah Sungai Harapan menuju Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Begitu akan didekati, awak kapal justru berusaha kabur dengan menambah kecepatan.
Namun, berkat koordinasi yang solid dan kecepatan kapal patroli, speedboat itu akhirnya berhasil dihentikan tanpa ada perlawanan.
Baca juga: Nenek Siin (63) Tertipu Iklan Rumah di Facebook, Uang Puluhan Juta Raib
Setelah diperiksa, petugas menemukan 14 karton berisi 168.000 batang rokok ilegal tanpa pita cukai. Rokok tersebut terdiri dari dua merek, yaitu T3 dan UFO Mild, masing-masing sebanyak 84.000 batang. Dua orang awak kapal ikut diamankan bersama barang bukti.
Speedboat dan seluruh isinya kemudian dibawa ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk penyelidikan lebih lanjut. Petugas pun telah memasang segel pada barang bukti agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan.
Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, menegaskan bahwa pemberantasan rokok ilegal merupakan prioritas nasional. Beredarnya rokok tanpa cukai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menciptakan persaingan tidak sehat bagi industri rokok yang taat aturan.
Baca juga: Bupati Ponorogo Ditangkap KPK, OTT Digelar Jumat Pagi
Zaky juga mengajak masyarakat untuk tidak membeli atau mengonsumsi rokok ilegal. Dengan menekan permintaan, rantai peredaran barang haram ini dapat diputus, sekaligus melindungi penerimaan negara.
Penyelundupan ini diduga melanggar Undang-Undang Kepabeanan dan Cukai. Bea Cukai masih menyelidiki pelaku dan jaringan distribusi di balik aksi ini.

Komentar Via Facebook :