Plh Sekda Kepri Bantah Isu Dana Mengendap: "Kas Kita Justru Minus"

Plh Sekda Kepri Bantah Isu Dana Mengendap: "Kas Kita Justru Minus"

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara. 

Nurjali

Batam, Batamnews - Isu dana mengendap atau idle cash yang ramai dibicarakan akhir- ini mendapat tanggapan langsung dari Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara. 

Saat ditemui di Batam, Adi dengan tegas membantah adanya dana mengendap di kas daerah Kepri. “Kalau kita nggak ada dana mengendap, dana sudah minus kita,” ujarnya, Rabu, 5 November 2025.

Menurut Adi, kondisi keuangan Kepri justru dalam posisi minus, bukan surplus yang menganggur. Ia pun menjelaskan filosofi pengelolaan anggaran yang dipegang teguh di Kepri, terinspirasi dari ajaran orang tua terdahulu.

Baca juga: Ekonom: Hilirisasi Perikanan Kunci Diversifikasi Ekonomi Kepri

“Kita kan gak boleh ngelak, kita harus. Besar ataupun kecil harus kita buat. Petita-petita orang tua kita ini: besar bisa dibuat, kecil pun cukup,” katanya.

Filosofi “petita-petita” itu, lanjut Adi, mengajarkan untuk bijak mengelola anggaran—tidak boros, dan tidak menyisakan dana yang tak terpakai.

Adi juga menjelaskan makna idle cash yang sebenarnya, yaitu uang yang masih disimpan dan belum digunakan. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi itu tidak terjadi di Kepri.

“Rata-rata sebenarnya se-Indonesia, bukan hanya Kepri, nggak ada idle cash, kecuali di Kepri,” ujarnya. 

Maksud pernyataan ini adalah bahwa hampir semua daerah, termasuk Kepri, tidak memiliki dana mengendap karena seluruh anggaran telah dialokasikan untuk operasional.

Ia pun meluruskan kesalahpahaman tentang dana yang disebut “sisa” di akhir tahun. Menurutnya, dana itu bukan mengendap, melainkan digunakan untuk belanja operasional di awal tahun berikutnya.

Baca juga: Ekonomi Kepri Tumbuh Tertinggi Nasional, BI Soroti Potensi Ekonomi Biru Untuk Pertumbuhan Inklusif

“Karena Januari, Februari, Maret biasanya belum ada transfer (dana pusat). Nah, itu menggunakan yang kemarin, yang dianggap sisa tahun sebelumnya. Padahal itu operasional di awal tahun,” jelas Adi.

Dengan kata lain, dana yang tampak seperti “mengendap” itu sebenarnya adalah cadangan operasional yang vital, digunakan sebelum transfer dana dari pemerintah pusat turun.

Pengalaman Adi sebagai Pelaksana Tugas Bupati Natuna sebelumnya juga memberinya perspektif langsung tentang tantangan pengelolaan keuangan daerah, terutama di wilayah kepulauan seperti Kepri.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :