17 SPPG di Karimun Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Program MBG Kembali Berjalan Normal
Plt Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Soerjadi. (Foto: Edo/Batamnews)
Karimun, Batamnews – Sebanyak 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, telah resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dengan sertifikat tersebut, seluruh SPPG kini dapat kembali beroperasi normal dalam penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekolah-sekolah di daerah itu.
SLHS menjadi salah satu syarat wajib bagi pengoperasian Dapur Makanan Bergizi (MBG). Sertifikat ini memastikan bahwa pengelolaan dapur menerapkan standar kebersihan, kelayakan sanitasi, serta keamanan pangan sesuai regulasi yang berlaku. Penerbitan SLHS ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan bagi siswa.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Soerjadi, mengatakan bahwa hingga akhir Oktober 2025 seluruh SPPG di Karimun telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan dinyatakan laik melalui penerbitan sertifikat tersebut.
"Sudah seluruhnya, total ada 17 SPPG yang telah mengajukan dan mengantongi SLHS," kata Soerjadi, Senin, 3 November 2025.
Dengan terbitnya SLHS, Soerjadi menegaskan bahwa pelayanan dapur gizi di sekolah tetap berjalan tanpa hambatan. Seluruh SPPG dapat kembali melanjutkan operasional MBG untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik.
"Jadi program tetap berlanjut," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator BGN Karimun, Anas Fitrawanda, menjelaskan bahwa tiga SPPG yang sempat dihentikan operasionalnya pasca-insiden keracunan massal di sejumlah sekolah akan segera kembali beroperasi.
"Dalam minggu ini kemungkinan akan beroperasi kembali," ucapnya.
Dengan diperolehnya SLHS oleh seluruh SPPG, pelaksanaan program MBG di Karimun diharapkan semakin terjamin dari segi kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas gizi. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan status kesehatan dan gizi anak sekolah di Kabupaten Karimun.

Komentar Via Facebook :