Pemko Batam Siapkan 52.500 Paket Sembako Murah Jelang Nataru, Masyarakat Bayar Separuh Harga
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kota Batam kembali menggulirkan program sembako murah untuk membantu masyarakat mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), sebanyak 52.500 paket sembako murah disiapkan dan akan mulai didistribusikan awal Desember 2025.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa paket sembako tersebut berisi beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kilogram. Program ini diberikan dengan skema subsidi dari pemerintah daerah.
"Kita akan kembali menggelontorkan paket sembako murah untuk masyarakat di awal Desember. Saya sudah menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk berkoordinasi dengan para distributor," ujar Amsakar, Jumat (31/10/2025).
Nilai paket berdasarkan harga pasar mencapai Rp200.000, namun warga hanya perlu membayar Rp100.000 atau setengah dari harga tersebut. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan.
"Mudah-mudahan dengan program ini, saudara-saudara kita yang merayakan Natal dan Tahun Baru tidak terlalu terdampak oleh kenaikan harga. Prinsipnya, kita berikhtiar sekuat tenaga untuk menjaga pasokan dan kestabilan harga di Batam," tambah Amsakar.
Pendaftaran Dilakukan Secara Online
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Wahyu Daryatin, menerangkan mekanisme pendaftaran akan dilakukan secara daring (online). Berbeda dari operasi pasar murah sebelumnya, kali ini masyarakat mendapatkan subsidi langsung.
"Kalau kemarin operasi pasar murah tidak ada subsidi, kali ini ada subsidi dari pemerintah. Jadi harga yang dibayar masyarakat hanya separuh dari harga pasar," jelas Wahyu.
Calon penerima wajib mengisi data diri lengkap, seperti nama, nomor KTP, dan nomor KK. Mereka juga diminta menyatakan bahwa termasuk warga kurang mampu dan membutuhkan bantuan sembako.
Untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan pemerataan, satu Kartu Keluarga (KK) hanya berhak mendapatkan satu paket sembako.
"Satu Kartu Keluarga hanya berhak membeli satu paket. Kalau ada yang mendaftar ganda, misalnya suami dan istri dari KK yang sama ikut mendaftar, sistem akan otomatis memblokirnya," tegas Wahyu.
Distribusi Bertahap 5–10 Hari per Lokasi
Setelah mendaftar, masyarakat akan menerima barcode dan jadwal pengambilan paket. Saat hari pengambilan, peserta cukup membawa KTP, barcode, dan uang Rp100.000 ke lokasi yang ditentukan.
Distribusi sembako akan dilakukan secara bertahap di titik-titik yang disiapkan kecamatan, seperti lapangan, aula, atau lokasi lainnya.
"Nanti rencana di tempat titik yang ditentukan oleh pihak kecamatan, bisa di lapangan atau lokasi lainnya. Distribusinya bertahap, misalnya hari ini di satu kecamatan, besoknya di kecamatan lain," ungkap Wahyu.
Dengan total 52.500 paket yang disebar ke seluruh wilayah Batam, program ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat menengah ke bawah serta meringankan beban pengeluaran menjelang Nataru.
Link pendaftaran online akan diumumkan secara resmi dan dibagikan ke masyarakat sebelum pendistribusian dimulai pada awal Desember 2025.

Komentar Via Facebook :