Kasi Intel Kejari Batam Adu Mulut dengan Warga Sukajadi, Mana Bukti Musyawarahnya?
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Priandi Firdaus, yang mendampingi Camat Batam Kota, Dwiki Setiyawan, terlihat beradu mulut dengan warga yang melakukan aksi protes.
Batam, Batamnews - Suasana di Perumahan Elit Bukit Indah Sukajadi, Batam Centre, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, memanas pada Rabu pagi 29 Oktober 2025. Puluhan warga berdiri tegang di depan pagar proyek pembangunan kantor Lurah Sukajadi. Mereka menuntut kejelasan.
Kehadiran Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Priandi Firdaus, yang mendampingi Camat Batam Kota, Dwiki Setiyawan, justru memantik bara.
Priandi, dengan suara tegas, meminta warga menghentikan aksi penolakan. "Pembangunan kantor lurah ini bukan proyek sembarangan. Sudah melalui pembahasan di musyawarah kelurahan dan mendapat persetujuan," ujarnya.
Baca juga: Lokasi Kantor Lurah Sukajadi Dipaksakan, Warga: "Kesepakatan Diabaikan"
Kalimat itu langsung disambut sorak-sorai penolakan. Warga merasa dikhianati. Mereka bersikeras tidak pernah dilibatkan, apalagi menyetujui pembangunan itu.
"Tunjukkan buktinya! Mana berkas musyawarahnya?" tanya seorang warga, suaranya menggema di kerumunan. Mereka menegaskan, tidak pernah ada musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang) yang membahas hal ini.
Priandi berusaha menenangkan. Dia menjelaskan, proyek ini sudah direncanakan sejak 2024 dan pengerjaannya dimulai tahun ini.
Semua prosedur, mulai dari lelang hingga penunjukan kontraktor, telah dijalankan. Kehadirannya, menurutnya, untuk mengawal pembangunan yang merupakan program pemerintah daerah.
Dia pun menawarkan jalur hukum. "Jika tetap keberatan, bisa melakukan upaya persuasif melalui Rapat Dengar Pendapat di DPRD Batam," sarannya.
Namun, tawaran itu tidak meredakan amarah warga. Janter Pardosi, salah satu perwakilan, bersikeras meminta pengerjaan proyek dihentikan sementara. "Kami akan segera ajukan surat permohonan RDP ke DPRD Kota Batam. Kami akan tempuh langkah sesuai aturan," tegas Janter.
Bukan penolakan terhadap kehadiran kantor lurah, melainkan soal penempatannya. Begitu penjelasan Budiman, Ketua RW setempat.
"Ini soal lokasi. Kenapa harus di tengah perumahan elit yang aksesnya terbatas dan tidak dirancang untuk fasilitas publik?" tanyanya, mewakili kegelisahan banyak orang.
Baca juga: Warga Sukajadi Batam Tolak Proyek Pembangunan Kantor Lurah di Cluster Elite
Adu argumen pun tak terhindarkan. Suasana mencekam. Aparat Satpol PP dan polisi berjaga, siaga mengawasi kerumunan.
Rebekha, seorang warga lain, menyampaikan kebingungan yang sama. "Kami tidak pernah tahu soal rencana ini. Apalagi sampai menyetujui," katanya, menggambarkan betapa informasi itu tak pernah menyentuh mereka yang paling terdampak.
Ketegangan di Sukajadi sore itu belum menemui titik terang. Proyek masih berdiri, sementara suara warga masih menggantung, menunggu jawaban yang belum kunjung datang.

Komentar Via Facebook :