Lokasi Kantor Lurah Sukajadi Dipaksakan, Warga: "Kesepakatan Diabaikan"
Warga RE 01 Perumahan Sukajadi, Batam Kota, Bentangkan Banner Penolakan Pembangunan Kantor Lurah.
Batam, Batamnews - Tegangan kembali memanas di kawasan Sukajadi. Pembangunan kantor lurah yang sempat menjadi perdebatan, ternyata tetap dilanjutkan, meski banyak warga menolak lokasi yang dipilih.
Pada Rabu, 29 Oktober 2025, ratusan penghuni Cluster Bukit Raya, Batam Centre, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, memadati jalan. Aksi mereka menyusul kedatangan material bangunan dan aktivitas konstruksi yang terus berlangsung di lokasi sengketa.
Material sudah berdatangan sejak beberapa pekan terakhir. Setiap hari, pekerja terlihat sibuk di lokasi, tanda proyek terus berjalan. Situasi ini memicu kekecewaan warga yang merasa kesepakatan sebelumnya diabaikan.
Baca juga: Warga Sukajadi Batam Tolak Proyek Pembangunan Kantor Lurah di Cluster Elite
"Kami sudah sepakat kantor tidak dibangun di sini, tapi nyatanya pembangunan tetap jalan," ujar Rebekha, salah satu warga, di tengah aksi.
Rebekha menegaskan, warga sebenarnya tidak menolak pembangunan kantor lurah. Keberatan mereka tertuju pada pemilihan lokasi di tengah kawasan perumahan, yang dilakukan tanpa melibatkan warga sejak awal.
"Kami mendukung pelayanan publik, tapi pemerintah seharusnya melibatkan warga dan mempertimbangkan dampak lingkungan," tambahnya.
Sebelumnya, warga dan pihak kelurahan dikabarkan telah sepakat untuk memindahkan proyek ke lokasi lain, di luar kawasan hunian mereka. Namun, kesepakatan itu rupanya tidak diindahkan.
Ketua RW setempat, Budiman, mengonfirmasi pertemuan antara warga dengan perwakilan pemerintah kota pada hari yang sama. Menurutnya, warga meminta proses Rapat Dengar Pendapat (RDP) dilakukan sesuai tahapan.
"Hasil pada siang ini, mereka akan langsung rapat di dinas untuk membicarakan ini," jelas Budiman.
Baca juga: Heboh, Ular Sanca 4 Meter Kedua Kalinya Ditemukan di Asrama Polisi Batam
Dia juga menyebut bahwa kedatangan tim dari pemkot sebenarnya untuk melanjutkan pekerjaan. Namun, niat itu ditolak tegas oleh warga.
"Mereka untuk meneruskan pekerjaan, tapi dari kita warga di sini memang benar-benar menolak. Bapak bisa lihat sendiri," katanya, seraya menunjuk ke arah massa yang berkumpul.
Budiman menambahkan, warga telah menyampaikan keberatan mereka hingga ke tingkat yang lebih tinggi, menunjukkan betapa seriusnya persoalan ini.

Komentar Via Facebook :