Kematian Nurdia Rahmah Rery Gegerkan Warga Taman Yasmin Batam, Dikenal Tertutup dan Jarang Bersosialisasi

Kematian Nurdia Rahmah Rery Gegerkan Warga Taman Yasmin Batam, Dikenal Tertutup dan Jarang Bersosialisasi

Ucapan Duka Yang Dibuat Oleh BPOM Batam, Atas Meninggalnya Nurdia Rahmah Rery di sebuah hotel di kawasan South Bridge Road, Singapura, pada Jumat dini hari, 24 Oktober 2025 lalu.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Kabar kematian Nurdia Rahmah Rery, pegawai BPOM Batam yang tewas dibunuh suaminya di Singapura, membuat warga Perumahan Taman Yasmin, Batam geger. Warga baru mengetahui kabar duka tersebut dari unggahan media sosial, setelah sebelumnya tidak pernah mencurigai adanya masalah di keluarga korban yang tinggal di Blok Q nomor 6.

Menurut keterangan warga sekitar, selama setahun tinggal di kawasan tersebut, aktivitas Nurdia tergolong tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Rumah kontrakan yang ditempatinya kini tampak kosong dan berantakan. Dua anaknya disebut telah dibawa oleh pihak keluarga.

"Sudah tiga hari ini rumahnya kosong," kata Muhlis, salah seorang warga sekitar, Senin (27/10) siang.

Muhlis menuturkan, Nurdia baru menempati rumah itu sekitar satu tahun terakhir. Sesekali, suaminya Salehuddin datang dari Singapura untuk menemuinya, namun kunjungannya tidak pernah berlangsung lama.

"Paling beberapa hari saja suaminya datang, lalu pergi lagi," ujarnya.

Sehari-hari, Nurdia dikenal sebagai pekerja kantoran yang berangkat pagi sekitar pukul 07.00 WIB dan pulang menjelang sore. Ia jarang terlihat mengikuti kegiatan warga, bahkan saat acara besar atau kegiatan sosial di lingkungan perumahan.

"Paling keluar kerja pagi, pulangnya sore. Di dalam rumah saja, dia gak pernah bergaul dengan warga sekitar," kata Muhlis menambahkan.

Sumber lain menyebutkan, korban tercatat sebagai warga RT 02 RW 014 Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa. Namun, pengurus RT setempat sempat mencurigai administrasi kependudukan korban karena sempat mengajukan surat untuk pengurusan dokumen anak tanpa menyertakan kartu keluarga (KK), hanya membawa KTP.

"Pengurus RT sempat curiga memang, makanya surat yang diajukan tidak pernah dikeluarkan RT setempat," ujarnya.

Di media sosial, ucapan duka cita mengalir deras, termasuk dari BPOM Batam tempat korban bekerja. Warga Taman Yasmin juga mengaku terkejut saat mengetahui pelaku pembunuhan adalah suami korban sendiri dan kejadian berlangsung di Singapura.

"Makanya kejadian ini dipastikan menjadi berita dunia, karena kejadiannya di Singapura," kata seorang warga.

Sebelumnya, diberitakan bahwa kasus tragis ini menimpa Nurdia Rahmah Rery (38) yang dibunuh oleh Salehuddin (41), suaminya sesama WNI, di sebuah hotel di kawasan South Bridge Road, Singapura, pada Jumat dini hari, 24 Oktober 2025.

Usai melakukan aksi keji tersebut, Salehuddin menyerahkan diri kepada aparat kepolisian Singapura dan kini tengah menjalani proses hukum. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura memastikan telah memberikan pendampingan hukum kepada pelaku serta bantuan pemulangan jenazah kepada pihak keluarga.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl, menyampaikan bahwa jenazah Nurdia telah dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu malam (25/10/2025) dari Singapura menuju Bandara Soekarno-Hatta, dan selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya di Pekanbaru pada Minggu (26/10/2025).

"KBRI telah membantu pengurusan pemulangan jenazah almarhumah, yang diberangkatkan dari Singapura pada Sabtu malam 25/10 dari Singapura ke Sukarno Hatta - dan kemudian diterbangkan ke kampung halaman keluarga almarhumah di Pekanbaru, Minggu 26/10," ujar Vahd kepada wartawan, Senin (27/10/2025).

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :