PLN Batam Operasikan 50 MW PLTMG Baru, Antisipasi Lonjakan Konsumsi Listrik 13 Persen per Tahun
Direktur Operasi PT PLN Batam Dinda Alamsyah bersama Managing Director PT Maxpower Indonesia Priandika Permana menekan tombol tanda dioperasikannya 50 MW pertama Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sewa Batam, Kamis, 24 Oktober 2025. Peresmian ini menandai langkah percepatan proyek 100 MW PLTMG Batam untuk memperkuat pasokan listrik di kawasan industri dan data center. Foto: PLN Batam
Batam, Batamnews – Lonjakan konsumsi listrik di Kota Batam yang mencapai 13 persen per tahun mendorong PT PLN Batam mempercepat pembangunan pembangkit listrik baru. Bersama PT Maxpower Indonesia, PLN resmi mengoperasikan 50 megawatt (MW) pertama dari total 100 MW Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sewa Batam.
Direktur Operasi PT PLN Batam, Dinda Alamsyah, menyebut pengoperasian tahap pertama ini menjadi tonggak penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Batam yang pertumbuhan industrinya melampaui rata-rata nasional.
“Kami optimistis seluruh 100 MW bisa beroperasi pada Desember 2025, lebih cepat dari target awal Februari 2026,” ujarnya di Batam, Kamis (24/10/2025).
Menurut Dinda, penjualan listrik PLN Batam meningkat signifikan hingga 21 persen tahun ini, terutama didorong oleh ekspansi sektor industri manufaktur dan pusat data (data center). Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi PLN Batam untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil, efisien, dan andal.
“Pertumbuhan energi di Batam sangat tinggi, terutama dari sektor industri dan data center,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN menyiapkan beberapa proyek tambahan, di antaranya PLTMG Sekupang (40 MW) dan PLTMG Sagulung (10 MW) yang saat ini telah beroperasi sebagian.
Sementara itu, Managing Director PT Maxpower Indonesia, Priandika Permana, mengatakan proyek PLTMG Batam ini merupakan hasil kolaborasi erat dan komunikasi terbuka antara dua perusahaan. Sebelumnya, Maxpower telah memasok daya sebesar 180 MW untuk PLN Batam dan kini meningkat menjadi 230 MW setelah proyek baru ini diresmikan.
“Ini bukti sinergi nyata dalam penyediaan energi andal untuk Batam–Bintan,” ujar Priandika.
Ia menegaskan bahwa Maxpower berkomitmen menjaga standar keselamatan dan keandalan operasional pembangkit, dengan dukungan tenaga profesional berpengalaman di bidangnya.
Menariknya, pengoperasian 50 MW PLTMG Batam ini bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional ke-80. PLN Batam memilih merayakan momen tersebut tanpa seremoni besar, melainkan dengan aksi nyata menambah kapasitas listrik dan menyalurkan 2.500 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar wilayah operasi.
“Hari Listrik Nasional adalah momentum refleksi bagi insan ketenagalistrikan — bukan dirayakan dengan pesta, tetapi dengan karya dan manfaat nyata,” kata Dinda.
Dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan energi yang terus meningkat dua digit tiap tahun, proyek-proyek seperti PLTMG Batam menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang PLN Batam dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah industri strategis ini.
Langkah percepatan ini juga memperkuat posisi Batam sebagai simpul energi utama di kawasan barat Indonesia, sekaligus mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat di Kepulauan Riau.
Komentar Via Facebook :