Rekan Kerja Ungkap Sosok Nurdia Rahmah, Pegawai BPOM Batam yang Tewas Tragis di Singapura
Kantor BPOM Batam Tempat Nurdia Rahmah Rery bekerja, Nurdia ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan di sebuah hotel di kawasan South Bridge Road, Singapura, pada Jumat dini hari, 24 Oktober 2025 lalu.
Batam, Batamnews – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam atas meninggalnya salah satu pegawai mereka, Nurdia Rahmah Rery, yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di sebuah hotel di kawasan South Bridge Road, Singapura, pada Jumat dini hari, 24 Oktober 2025.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Therecy, Humas BPOM Batam, saat ditemui di kantornya pada Senin (27/10/2025) pagi. Menurutnya, pihaknya baru menerima kabar kematian Nurdia setelah mendapatkan informasi langsung dari pimpinan BPOM Batam.
"Pimpinan mengabari kepergian Nurdia Sabtu, kami juga kaget akan kejadian ini," katanya.
Therecy menuturkan, selama bekerja di BPOM Batam, almarhumah dikenal sebagai sosok yang profesional, ramah, dan berdedikasi tinggi. Ia menyebut tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum kejadian tragis tersebut.
"Selama bekerja, Nurdia bekerja dengan baik dan tidak ada yang mencurigakan dan dengan adanya kejadian ini ia mewakili teman di kantor BPOM Batam mengucapkan bela sungkawa atas kepergian korban dan juga berempati terhadap keluarga korban yang ditinggalkan atas kepergian korban," ungkapnya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, perwakilan dari BPOM Batam juga turut mengantarkan jenazah ke rumah duka.
"Perwakilan dari kami juga ada yang berangkat ke rumah duka Nurdia di Pekanbaru," ujarnya.
Namun, saat dimintai keterangan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian dan kehidupan pribadi korban, Therecy memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh.
"Kalau pertanyaan kejadian itu sangat privasi, kami tidak mau memberikan komentar karena sudah masuk ke ranah kepolisian," katanya mengelak.
Diketahui sebelumnya, kasus ini sempat menggemparkan publik setelah terungkap bahwa Nurdia Rahmah Rery (38) dibunuh oleh suaminya sendiri, Salehuddin (41), yang juga merupakan warga negara Indonesia (WNI). Pembunuhan itu terjadi di kamar hotel di Singapura pada Jumat dini hari, 24 Oktober 2025, sebelum akhirnya pelaku menyerahkan diri kepada pihak kepolisian setempat.
Kasus ini kini tengah ditangani oleh aparat penegak hukum Singapura, dengan pendampingan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl, menyampaikan bahwa jenazah korban telah dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu malam (25/10/2025) dari Singapura menuju Bandara Soekarno-Hatta, dan kemudian diterbangkan ke kampung halamannya di Pekanbaru, Minggu (26/10/2025).
"KBRI telah membantu pengurusan pemulangan jenazah almarhumah, yang diberangkatkan dari Singapura pada Sabtu malam (25/10/2025) dari Singapura ke Sukarno Hatta - dan kemudian diterbangkan ke kampung halaman keluarga almarhumah di Pekanbaru, Minggu (26/10/2025," ujar Vahd kepada wartawan, Senin (27/10/2025).
Vahd juga menjelaskan bahwa KBRI Singapura menghadiri sidang awal kasus pembunuhan tersebut yang digelar pada Sabtu (25/10/2025). Dalam sidang itu, perwakilan KBRI memberikan pendampingan berupa penerjemahan bagi pelaku agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan setempat.
“Kemlu melalui KBRI Singapura mengikuti seksama proses hukum dan memastikan proses berjalan sesuai ketentuan setempat, dan mengupayakan hak-hak hukum yang bersangkutan terpenuhi,” kata Vahd.
Tragedi ini menjadi pukulan mendalam bagi rekan-rekan kerja Nurdia di BPOM Batam. Mereka mengenang almarhumah sebagai sosok pekerja keras yang berkepribadian hangat, sekaligus berharap keadilan dapat ditegakkan atas peristiwa yang menimpa rekan mereka tersebut.

Komentar Via Facebook :