Satu ABK Kapal KLM Green 6 Masih Hilang di Perairan Moro, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Hari Ketiga

Satu ABK Kapal KLM Green 6 Masih Hilang di Perairan Moro, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Hari Ketiga

Upaya pencarian terhadap satu orang anak buah kapal (ABK) KLM Green 6 yang tenggelam di Perairan Pulau Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, masih terus dilakukan hingga Senin (27/10/2025).

Rhuuzi Wiranata

Karimun, Batamnews – Upaya pencarian terhadap satu orang anak buah kapal (ABK) KLM Green 6 yang tenggelam di Perairan Pulau Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, masih terus dilakukan hingga Senin (27/10/2025).

Kapal motor bermuatan semen tersebut tenggelam pada Sabtu pagi (25/10/2025), diduga kuat setelah menabrak terumbu karang di sekitar perairan tersebut.

Dalam insiden itu, satu orang ABK dinyatakan hilang, sementara empat lainnya berhasil diselamatkan. Mereka yang selamat adalah Baharudin (50) selaku kapten kapal, serta tiga ABK masing-masing Edi Gusyadi (47), Hasian (21), dan Akuang. Kapal tersebut diketahui membawa 195 ton semen sebelum tenggelam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, membenarkan adanya laporan tenggelamnya kapal tersebut. Ia menyebut, sejak laporan diterima, tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

“Kami menurunkan armada dari SAR Karimun, dibantu Ditpolair Polda Kepri, Satpolair Polres Karimun, KPLP, serta Lanal Karimun. Pencarian dilakukan sejak hari pertama dan terus dilanjutkan dengan perluasan area pada hari kedua,” ujar Fazzli, Minggu (26/10/2025).

Ia menjelaskan, area pencarian kini telah diperluas hingga 10 mil laut dari titik koordinat kejadian, yakni di 0°50’04.2”N – 103°38’13.2”E, yang berjarak sekitar 16,9 mil laut dari Dermaga RIB Pos SAR Tanjung Balai Karimun. Pencarian dilakukan di permukaan laut menggunakan kapal patroli dan drone thermal untuk memantau dari udara.

Selain itu, tim juga melakukan penyisiran di sekitar Pantai Pulau Belukar dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta warga Pulau Sugi Bawah untuk memperluas jangkauan pencarian.

“Selain unsur SAR, pencarian juga dibantu nelayan setempat dan keluarga korban yang menggunakan perahu kayu. Kami berharap korban segera ditemukan,” kata Fazzli.

Operasi SAR kali ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain Pos SAR Tanjung Balai Karimun, Pos AL Moro, Polair Polres Karimun, Polsek Moro, KM Melci 88, serta masyarakat nelayan sekitar. Beberapa peralatan juga dikerahkan, seperti Rescue Car Dmax, Rigid Inflatable Boat (RIB), drone thermal, alat komunikasi (Alkom), responder bag, serta peralatan evakuasi.

Berdasarkan laporan cuaca, kondisi di lokasi pencarian dilaporkan berawan, dengan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter dan angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan 3–6 knot. Meski kondisi laut tidak sepenuhnya bersahabat, operasi pencarian masih dapat dilaksanakan dengan baik tanpa kendala berarti.

“Semua personel di lapangan tetap siaga dan terus melakukan penyisiran hingga batas waktu operasi yang ditentukan,” ujar Fazzli menegaskan.

Pihak Basarnas menyatakan akan terus melakukan pencarian hingga batas waktu operasi SAR terpenuhi, dan tidak menutup kemungkinan akan memperpanjang masa pencarian jika hasil signifikan belum ditemukan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :