Polisi Bongkar Makam Sutoyo, Korban Tewas Diduga Dianiaya Usai Dituduh Mencuri

Polisi Bongkar Makam Sutoyo, Korban Tewas Diduga Dianiaya Usai Dituduh Mencuri

Tim Inafis Polda Kepri Saat Akan Membawa Jenazah Korban Dari Pemakaman Taman Langgeng Sei Panas, Menuju Rumah Sakit Bhayangkara dan Akan Dilakukan Autopsi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Foto : Tommy Purniawan

Nurjali

Batam, Batamnews - Dengan suara berat, Isak Ramli bercerita tentang pria yang telah ia anggap ayah kandungnya selama 20 tahun. Sutoyo, pria 63 tahun itu, ditemukan tak bernyawa di Perumahan Eden Park, Batam Centre, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 20 Oktober 2025 lalu. 

Awalnya, ia dikabarkan terjatuh di depan sebuah ruko. Isak pun membawa Sutoyo ke Rumah Sakit Harapan Bunda, hanya untuk menemukan bahwa ia sudah meninggal. Jenazahnya kemudian dimakamkan pada hari Selasa.

Namun, kabar buruk berhembus dari mulut ke mulut. Beberapa warga menyatakan Sutoyo tidak meninggal karena sakit. 

Baca juga: Bedul, Tunawisma di Jodoh, Ditemukan Meninggal di Depan Gardu Listrik

Mereka melihatnya dianiaya oleh anak buah Aris, pemilik kosan di Eden Park. "Ada saksi yang melihat bapak saya dipukuli di kosan Aris, lalu diangkat dan diletakkan di depan ruko Eden Park," tutur Isak.

Kisahnya berlanjut pilu. Malam itu, Aris-lah yang mengantar Sutoyo ke rumah sakit, namun kemudian meninggalkannya begitu saja. 

Biaya rumah sakit pun akhirnya ditanggung Isak sendiri. "Inilah awal kecurigaan saya," ujarnya. 

Kecurigaan itu menguat ketika ada warga yang dengan tegas menyatakan bahwa ayahnya dipukuli hingga tak berdaya sebelum ditinggalkan.

Dorongan untuk mencari keadilan membuat Isak melaporkan kasus ini ke Polsek Batamkota pada hari Rabu, sehari setelah pemakaman. Laporannya tidak sia-sia. 

Berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang terkumpul, penyidik dari Unit Reskrim Polsek Batamkota, bersama dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara, melakukan pembongkaran makam Sutoyo di Pemakaman Sungai Panas pada Minggu, 26 Oktober 2025 sore.

Isak menyetujui langkah ini. "Saya tak masalah makam bapak saya dibongkar, agar kebenaran terungkap," katanya dengan tegas. 

Dukungan juga datang dari kuasa hukumnya, Charih Hutabarat dan Kastoper Sidabutar. Mereka menegaskan bahwa banyak kejanggalan dalam kematian ini, yang didukung oleh kesaksian para saksi mata.

Charih kemudian membeberkan akar persoalannya. Sutoyo, yang bekerja serabutan, dianiaya karena dituduh mencuri. 

"Apa yang dicuri, masih diselidiki," jelasnya. Namun, yang utama baginya adalah fakta bahwa korban dianiaya hingga meninggal.

Baca juga: Ustadz Condro Ruqyah "Lampu Merah Maut" Tiban Centre, Ini Tujuannya

Tujuan pembongkaran makam ini jelas: membuktikan kebenaran di balik kesaksian warga. Tim Inafis akan melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian yang sebenarnya. 

"Kita ingin keadilan," pungkas Charih. 

Harapannya, setelah autopsi, lebih banyak pelaku yang dapat ditangkap. Saat ini, polisi telah menahan satu tersangka. Perjalanan mencari keadilan untuk Sutoyo pun dimulai.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :