Pejabat Biarkan Dua Pria Mabuk Berkelahi di Kuil, Ini Alasannya

Pejabat Biarkan Dua Pria Mabuk Berkelahi di Kuil, Ini Alasannya

Video perkelahian dua warga yang menjadi tontonan pengunjung vihara dan petugas.

Nurjali

Batam, Batamnews - Sebuah perayaan di sebuah kuil di Chiang Mai, Thailand, berubah menjadi tontonan yang tidak terduga. Alih-alih meredakan dua pria yang bertengkar karena mabuk, seorang kepala desa setempat justru memfasilitasi perkelahian mereka untuk menyelesaikan perselisihan itu.

Kejadian ini berlangsung di Kuil Phra Chao Leum, pada Minggu, 19 Oktober 2025 silam, di tengah perayaan Kathin—sebuah acara keagamaan dalam tradisi Buddha. 

Menurut pemberitaan MGR, kedua pria itu mulai berdebat saat sebuah konser berlangsung, sebelum akhirnya naik ke panggung dan mengganggu pertunjukan tari.

Baca juga: Nurdia, Farmasis BPOM Batam, Tewas Dibunuh Suami di Singapura

Di sinilah situasinya menjadi ganjil. Bukannya melerai, sang kepala desa justru memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan kedua pria itu dari panggung dan membiarkan mereka berkelahi. Dengan menggunakan mikrofon, dia bahkan mengumumkan dimulainya "pertandingan" itu. 

Para petugas lainnya lalu membentuk lingkaran, konon untuk memastikan perkelahian berjalan "adil" dan tanpa senjata.

Untuk semakin menghidupkan suasana, kepala desa itu meminta kru sound untuk memutar musik yang semangat. 

Dalam rekaman video yang menjadi viral, terlihat pria berbaju hijau, yang dikenal dengan nama Bank (30-an tahun), berhasil mengalahkan lawannya yang berusia 48 tahun dan mengenakan rompi hitam. Perkelahian baru berhenti ketika pria yang lebih tua itu terjatuh.

Sang kepala desa pun kembali berseru lewat mikrofon, "Apakah kalian berdua sudah puas? Jika ingin lanjut berkelahi, saya akan putar lagu lain."

Tindakan para petugas ini tentu menuai kecaman. Banyak penonton yang tak percaya bahwa aparat pemerintah justru membiarkan dan mendukung kekerasan. 

Keluarga pria berusia 48 tahun itu mengecam tindakan otoritas yang dianggap mengobarkan, bukan menegakkan hukum. Masyarakat di media sosial menyebut tindakan kepala desa itu "biadab" dan tidak pantas bagi seorang pejabat.

Menanggapi hal ini, sang kepala desa memberikan alasannya. Dia beralasan bahwa mereka sudah berusaha melerai di awal, namun kedua pria yang sedang mabuk itu tidak mendengarkan. 

Baca juga: 1 ABK Hilang, Kapal Pengangkut 195 Ton Semen Tenggelam di Perairan Karimun

Khawatir situasi akan semakin tidak terkendali dan berpotensi menimbulkan denda serta kerusakan, dia memutuskan untuk "mengatur" perkelahian itu agar konflik bisa selesai di tempat.

Pada akhirnya, kedua pria yang berkelahi itu datang keesokan harinya untuk meminta maaf kepada kepala desa, panitia, dan masyarakat. Mereka mengakui kesalahan, menyatakan bahwa mereka sedang mabuk, dan kini telah berdamai. 

Meski begitu, warga dilaporkan telah mengajukan keluhan resmi agar insiden ini diselidiki dan para pejabat yang terlibat diberi sanksi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :