Bedul, Tunawisma di Jodoh, Ditemukan Meninggal di Depan Gardu Listrik
Tim Inafis Polresta Barelang Saat Melakukan Olah TKP Penemuan Bedul di kawasan Nagoya Center, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di teras gardu listrik PLN, Sabtu (26/10/2025) pagi. Foto : Dokumen Polsek Batuampar
Batam, Batamnews - Pagi itu, kawasan Nagoya Center, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, digegerkan oleh sebuah penemuan yang memilukan. Seorang pria tunawisma ditemukan meninggal dunia di teras gardu listrik PLN, Minggu, 26 Oktober 2025 pagi.
Korban dikenal warga sebagai Bedul (40), seorang pria tanpa tempat tinggal tetap yang kerap berpindah-pindah tempat tidur di sekitar Jodoh. Menurut Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, peristiwa ini bermula sekitar pukul 05.00 WIB.
Saksi mata, Jakobus Barus, menuturkan bahwa ia melihat Bedul sedang tidur di teras gardu, lalu tiba-tiba terjatuh.
Baca juga: Nurdia, Farmasis BPOM Batam, Tewas Dibunuh Suami di Singapura
Jakobus pun segera menghampiri dan berusaha menolong. Saat itu, Bedul terlihat menggigil dan kesakitan hingga tak bisa bicara.
Melihat kondisi Bedul yang semakin lemah, Jakobus meminta bantuan warga sekitar untuk mengangkatnya kembali ke atas teras. Ia berusaha melapor ke Pos Satpol PP terdekat, namun tidak ada tanggapan. Upayanya mencari pengurus RT atau RW setempat juga tidak membuahkan hasil.
Kondisi Bedul kian memburuk. Sekitar pukul 06.00 WIB, ia mengalami kejang-kejang dan tak lama kemudian dinyatakan meninggal oleh warga yang memeriksanya.
Polisi yang tiba di lokasi kemudian memulai penyelidikan. Dari keterangan warga, terungkap bahwa Bedul pernah mengeluh sesak napas beberapa hari sebelumnya.
Seorang saksi lain, M. Khaidir (48), menyebut dua hari sebelum kejadian, Bedul mengaku sakit dan sulit bernapas. Tubuhnya tampak lemah, dengan mata menguning dan kaki membengkak.
Tim Inafis Polresta Barelang tiba dan memeriksa TKP. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Bedul, juga tidak ada dokumen identitas yang tersisa.
Baca juga: Ustadz Condro Ruqyah "Lampu Merah Maut" Tiban Centre, Ini Tujuannya
Jenazah Bedul kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Polisi berupaya menelusuri asal-usulnya dan mencari keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas dan penyebab kematian Bedul masih menunggu hasil pemeriksaan resmi. Kisahnya berakhir di teras gardu yang mungkin selama ini menjadi satu-satunya tempat ia bisa beristirahat.

Komentar Via Facebook :