Keluarga Korban Tewas Ditabrak Yaris di Batam Tuntut Keadilan: "Pelaku Tak Ditahan, Tak Minta Maaf"
Mobil Yaris Warna Oranye Terperosok ke Gorong-Gorong Setelah Seruduk Empat Pejalan Kaki Yang Sedang Berteduh di Sekitar Trakindo, Batu Ampar, Kota Batam. (foto. hasil tangkapan layar dari video yang diperoleh batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Terdengar lirih suara duka dari sebuah keluarga di Batam. Di ujung telepon, suara mereka bergetar meminta keadilan. Keluarga dari almarhum K, yang meninggal setelah ditabrak mobil Toyota Yaris, tak habis pikir.
Sudah seminggu lebih peristiwa naas itu terjadi, tetapi pelaku yang menabrak bahkan belum juga datang meminta maaf.
“Kami meminta proses hukum dilaksanakan secara transparan dan pelaku diberikan hukuman yang seadil-adilnya sesuai undang-undang,” ucap salah seorang keluarga korban kepada batamnews.co.id, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Baca juga: Nurdia, Farmasis BPOM Batam, Tewas Dibunuh Suami di Singapura
Ia melanjutkan dengan nada kecewa, “Pelaku tidak ditahan, tapi sampai saat ini belum ada itikad baik, belum menemui kami, dan belum meminta maaf.”
Tragedi itu sendiri terjadi pada Minggu pagi, 19 Oktober 2025. Sekitar pukul 07.20 WIB, di Jalan Yos Sudarso, Batuampar, sebuah mobil Toyota Yaris bernopol BP 1651 CO warna hitam oranye dikemudikan oleh seorang pria berinisial KS.
Mobil itu melaju dan menabrak empat orang pejalan kaki yang sedang berteduh di pinggir jalan, tak jauh dari PT Trakindo.
Akibatnya parah. Satu orang, K, meninggal dunia di tempat akibat benturan keras di kepala dan badan. Tiga korban lain, SR, A, dan SM, mengalami luka-luka. Penumpang mobil, D, juga terluka ringan, sementara pengemudi KS selamat tanpa cedera.
Menurut Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mobil itu bahkan sempat terperosok ke dalam gorong-gorong di sisi jalan setelah menabrak. Korban meninggal langsung dievakuasi untuk visum, sementara yang luka-luka segera mendapat perawatan. Mobil pun diamankan sebagai barang bukti.
Dugaan sementara polisi, pengemudi kurang konsentrasi hingga kehilangan kendali. Penyidikan masih terus berlanjut untuk memastikan penyebab pastinya.
Baca juga: Dari Web Designer ke Kurir Sepeda: Hobi Unik Perempuan 31 Tahun di Singapura
Sementara keluarga menunggu kepastian hukum, Humas Polresta Barelang, Iptu Budi, hanya mengatakan akan berkoordinasi dulu dengan penyidik.
“Nanti kalau sudah dapat keterangannya, saya kabari,” ujarnya.
Di tengah ketidakpastian itu, yang tersisa bagi keluarga korban hanyalah harapan: agar keadilan benar-benar ditegakkan, dan pelaku bertanggung jawab—tidak hanya di mata hukum, tetapi juga di hati nuraninya.

Komentar Via Facebook :