DPRD Batam Panggil Manajemen PT ASL Shipyard, Bahas Keselamatan Kerja dan Penanganan Korban Ledakan Kapal Federal II

DPRD Batam Panggil Manajemen PT ASL Shipyard, Bahas Keselamatan Kerja dan Penanganan Korban Ledakan Kapal Federal II

Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, M. Rudi.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – DPRD Kota Batam akan memanggil pihak manajemen PT ASL Shipyard dalam waktu dekat untuk meminta penjelasan terkait penanganan korban dan penerapan prosedur keselamatan kerja di lingkungan perusahaan tersebut.

“Selasa atau Rabu kita akan panggil pihak manajemen PT ASL,” kata Rudi, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Selasa (21/10/2025) siang.

Menurut Rudi, pemanggilan manajemen melalui rapat dengar pendapat (RDP) nanti akan difokuskan pada pembahasan aspek keselamatan kerja (K3) serta bentuk penanganan terhadap korban ledakan kapal yang mengalami luka maupun meninggal dunia. Ia ingin memastikan sejauh mana perhatian perusahaan terhadap para korban.

“Rapat nanti, kita akan fokuskan ke penanganan korban dan juga keselamatan,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, langkah ini diambil karena banyaknya korban jiwa dalam insiden tersebut, terlebih kejadian serupa sudah terjadi dua kali dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini, menurutnya, menjadi indikasi bahwa standar keselamatan di perusahaan tersebut perlu dievaluasi secara serius.

“Makanya saat RDP akan kita ketahui apa kabar permasalahan kejadian ini,” katanya.

Selain itu, Rudi juga mendorong pihak Kepolisian untuk bekerja secara profesional dalam menangani kasus ini. Ia berharap penyidikan dapat segera menghasilkan kejelasan hukum.

“Semoga dalam waktu dekat, bisa menetapkan tersangka yang menyebabkan ledakan kapal Federal II,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Inafis Mabes Polri masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di atas kapal Federal II yang meledak di kawasan PT ASL Shipyard, Rabu (15/10/2025) lalu. Hingga kini, Sat Reskrim Polresta Barelang telah memeriksa sebanyak 22 orang saksi.

Hal itu disampaikan Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin. Ia menjelaskan bahwa kasus ledakan kapal yang menewaskan 11 orang saat proses perbaikan di dalam tangki kapal masih dalam tahap penyelidikan mendalam.

“Sejak sehari setelah kejadian Tim Inafis Mabes Polri hingga sekarang (Minggu), mereka masih melakukan olah TKP,” kata Zaenal, Minggu (19/10/2025) sore.

Zaenal menambahkan, selama proses penyelidikan, sejumlah barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian. Namun, ia enggan menjelaskan secara rinci barang apa saja yang disita.

“Apa saja yang diamankan tidak bisa disampaikan, karena akan menjadi bahan penyelidikan,” ujarnya.

Kapolresta Barelang itu juga mengungkapkan bahwa jumlah saksi yang diperiksa terus bertambah. Para saksi berasal dari berbagai pihak, termasuk pekerja yang berada di lokasi kejadian, keluarga korban, pihak manajemen, petugas Safety Officer, dan saksi lainnya.

“Hingga saat ini sudah ada 22 orang saksi yang kita mintai keterangan,” katanya.

Informasi di lapangan menyebutkan, kapal Federal II semula dijadwalkan akan kembali berlayar pada 7 November mendatang. Namun, dengan adanya insiden ledakan ini, jadwal tersebut dipastikan akan mundur karena proses penyidikan diperkirakan berlangsung lebih lama.

Insiden ledakan di kapal Federal II menjadi yang kedua kalinya terjadi di kawasan PT ASL Shipyard. Peristiwa tragis itu menewaskan belasan pekerja dan menyebabkan sejumlah lainnya mengalami luka berat akibat luka bakar serta paparan udara beracun di dalam tangki kapal.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :