Tim Inafis Mabes Polri Masih Lakukan Olah TKP Ledakan Kapal Federal II di PT ASL Shipyard, 22 Saksi Telah Diperiksa
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin. (Foto: dok.Humas Polresta Barelang)
Batam, Batamnews – Tim Inafis Mabes Polri masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di atas kapal Federal II yang meledak di kawasan PT ASL Shipyard, Rabu (15/10/2025) lalu. Hingga saat ini, Sat Reskrim Polresta Barelang telah memeriksa sebanyak 22 orang saksi terkait insiden tragis yang menewaskan 11 orang pekerja tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, yang mengatakan bahwa kasus ledakan kapal masih dalam tahap penyelidikan intensif. Ia menegaskan, proses olah TKP dilakukan oleh Tim Inafis Mabes Polri yang didampingi oleh Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kepri serta Sat Reskrim Polresta Barelang.
“Sejak sehari setelah kejadian Tim Inafis Mabes Polri hingga sekarang (Minggu), mereka masih melakukan olah TKP,” kata Zaenal, Minggu (19/10/2025) sore.
Zaenal menjelaskan, dari hasil olah TKP tersebut terdapat sejumlah barang bukti yang diamankan. Namun, ia enggan membeberkan secara detail jenis barang bukti yang dikumpulkan selama proses penyelidikan.
“Apa saja yang diamankan tidak bisa disampaikan, karena akan menjadi bahan penyelidikan,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai perkembangan pemeriksaan saksi, Kapolresta menyebut jumlahnya terus bertambah. Para saksi berasal dari berbagai pihak, termasuk pekerja yang berada di lokasi kejadian, keluarga korban, pihak manajemen perusahaan, serta petugas Safety Officer.
“Hingga saat ini sudah ada 22 orang saksi yang kita mintai keterangan,” katanya.
Dari informasi yang beredar di lapangan, kapal Federal II awalnya dijadwalkan untuk dilaunching pada 7 November mendatang. Namun dengan adanya kejadian ledakan ini, jadwal tersebut dipastikan akan tertunda mengingat proses penyidikan yang diperkirakan berlangsung lebih lama.
Diketahui, ledakan di palka kapal Federal II bukan hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan sejumlah pekerja mengalami luka berat akibat luka bakar dan paparan udara beracun saat kejadian berlangsung.
Sementara itu, Audrie Kosasih, General Manager PT ASL Shipyard, menyampaikan bahwa perusahaan sepenuhnya menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian dan berkomitmen untuk mematuhi hasil penyelidikan.
“Proses olah TKP masih berlangsung, kita menunggu hasilnya dari pihak kepolisian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, pihak perusahaan akan menghormati setiap keputusan aparat penegak hukum, termasuk apabila nantinya terdapat pihak internal yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Karena masih berlangsung proses penyelidikan dan olah TKP, apapun hasilnya kita akan terima,” katanya.
Tragedi ledakan kapal Federal II di PT ASL Shipyard menjadi sorotan publik karena menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Polisi memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti ledakan dan memastikan adanya pertanggungjawaban hukum apabila ditemukan unsur kelalaian.
Komentar Via Facebook :