PT ASL, Galangan Paling Mematikan di Batam, Total Lebih dari 20 Pekerja Tewas
Evakuasi korban ledakan kapal di PT ASL Batam (Foto: Tommy/Batamnews)
Batam, Batamnews – Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Batam, telah mencatat tiga insiden maut yang menewaskan sedikitnya 20 pekerja. Pagi ini, Senin, 20 Oktober 2025, Batamnews mendapatkan informasi telah meninggal dua korban yang kritis. Total keseluruhan dari rentetan ledakan kapal sejak 2017 mencapai 22 orang. Itu yang tercatat.
Tiga kejadian terpisah yang seluruhnya terjadi di area perbaikan kapal menyoroti lemahnya pengawasan dan penerapan standar keselamatan kerja (K3) di galangan kapal tersebut.
Tragedi Pertama: Kebakaran Kapal Gamkonora (2017)
Pada 8 September 2017, lima pekerja tewas dalam kebakaran di kapal Gamkonora yang tengah diperbaiki di galangan PT ASL. Api diduga berasal dari percikan las yang menyambar sisa minyak di tangki kapal yang belum dibersihkan.
Penyelidikan mengungkap, ruang kerja sempit dan ventilasi buruk memperburuk situasi hingga para pekerja tidak sempat menyelamatkan diri. Petugas safety juga disebut lalai melakukan sterilisasi tangki dan pemeriksaan kadar oksigen sebelum pengerjaan dimulai.
Tragedi Kedua: Kebakaran Kapal Federal II (Juni 2025)
Delapan tahun berselang, 24 Juni 2025, kapal tanker Federal II meledak saat dalam perbaikan di area yang sama. Empat pekerja tewas dan lima lainnya luka berat akibat terperangkap di ruang tangki kapal.
Polisi menyebut percikan api pengelasan menjadi pemicu utama kebakaran. Dalam kasus ini, dua staf bagian Health, Safety, and Environment (HSE) PT ASL ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kelalaian prosedur kerja panas (hot work) di area berisiko tinggi.
Tragedi Ketiga: Ledakan Hebat Federal II (Oktober 2025)
Belum genap empat bulan setelah insiden pertama, kapal Federal II kembali meledak pada 15 Oktober 2025. Ledakan disertai kobaran api besar menewaskan sedikitnya 11 pekerja dan melukai puluhan lainnya.
Salah satu korban terbaru adalah Roni Andries Harefa, yang meninggal dunia sehari kemudian karena luka bakar mencapai 53 persen. Hingga kini, total korban jiwa dari insiden Federal II mencapai 15 orang, dengan empat korban kritis masih dirawat di beberapa rumah sakit Batam.
- Tiga insiden maut terjadi di PT ASL Shipyard Batam sejak 2017.
- Total 20 pekerja tewas akibat kebakaran dan ledakan kapal.
- 2017: Kapal Gamkonora terbakar, 5 tewas.
- Juni 2025: Kapal Federal II meledak, 4 tewas.
- Oktober 2025: Federal II kembali meledak, 11 tewas.
- Polisi masih menyelidiki dugaan kelalaian K3.
- Dua pegawai HSE sudah ditetapkan tersangka.
- Mayoritas korban adalah pekerja subkontraktor.
- Serikat pekerja desak audit keselamatan dan transparansi dari PT ASL.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Tim Labfor Mabes Polri, Inafis, dan Satreskrim Polresta Barelang telah diterjunkan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan dan menelusuri dugaan kelalaian sistem keselamatan kerja.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Jika ditemukan unsur kelalaian yang menyebabkan korban meninggal, tentu akan diproses sesuai hukum,” tegas Asep.
Tiga Tragedi, 20 Nyawa Melayang
| Tahun | Lokasi / Kapal | Korban Tewas | Keterangan Singkat |
|---|---|---|---|
| 2017 | Kapal Gamkonora | 5 | Kebakaran akibat percikan las di tangki penuh sisa minyak |
| Juni 2025 | Kapal Federal II | 4 | Ledakan pertama di tangki kapal saat perbaikan |
| Oktober 2025 | Kapal Federal II | 11 | Ledakan kedua, korban terbanyak dalam sejarah ASL |
| Total | 20 pekerja tewas |
Sorotan & Tuntutan
Serikat pekerja dan keluarga korban menilai tiga tragedi besar ini menunjukkan pola kelalaian sistemik. Pengawasan safety dinilai lemah, pekerja subkontraktor dibiarkan tanpa perlindungan memadai, dan evaluasi pasca-kejadian tidak berjalan efektif.
Pemerintah daerah dan Kementerian Ketenagakerjaan diminta turun langsung untuk melakukan audit keselamatan menyeluruh di seluruh galangan kapal Batam, serta memastikan keadilan bagi keluarga korban.
“Ini bukan sekadar kecelakaan kerja berulang, tapi bukti bahwa keselamatan pekerja belum jadi prioritas,” ujar salah satu aktivis buruh Batam menanggapi rentetan insiden di PT ASL.

Komentar Via Facebook :