Ahli Konstruksi Soroti Runtuhnya Ruko Devin Premier Batam, Ini Dugaan Penyebabnya
Personel Unit Reskrim Polsek Sekupang Melakukan Pengecekan Terhadap Tujuh Unit Ruko Devin Premier, Tanjung Riau, Sekupang, Kota Batam, yang Runtuh, Jumat (03/10/2025). (foto. batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ASTAKI) Kepri turut menyoroti insiden runtuhnya tujuh unit ruko di kompleks Devin Premier, Tanjung Riau, Batam, pada Jumat, 3 Oktober 2025 lalu.
Ruko yang dikembangkan oleh PT Devin Buana Perkasa di bawah Cipta Group ini ambruk hanya beberapa waktu setelah dibangun.
Ketua ASTAKI Kepri, Dr. Ir. Fandy Iood, menyatakan bahwa insiden ini diduga kuat disebabkan oleh kesalahan pada tahap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Baca juga: Pasca Runtuh, Polisi Periksa Pengembang Ruko Devin Premier Batam
“Diduga ada kesalahan teknis, baik dalam perhitungan struktur maupun pemilihan material yang tidak sesuai spesifikasi,” ujarnya, Jumat, 17 Oktober 2025.
Fandy mengingatkan para pengembang di Kepri untuk lebih memprioritaskan mutu konstruksi.
“Pengembang wajib memastikan bangunan aman, nyaman, dan memenuhi standar ketahanan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, upaya penanganan pascakejadian telah dilakukan. Menurut Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Riyanto, pihak kepolisian telah memfasilitasi mediasi antara pengembang dan pemilik ruko. “Developer bersedia membangun ulang ruko yang runtuh,” jelasnya.
Hingga saat ini, PT Devin Buana Perkasa belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab runtuhnya bangunan. Proses investigasi pun masih berlangsung.
Sebelumnya, polisi telah memeriksa seorang pekerja dari PT Devin Buana Perkasa pada Senin, 6 Oktober 2025.
Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, melalui Kanit Reskrim, menyatakan bahwa pemeriksaan masih berlanjut.
Baca juga: Delapan Ruko di Komplek Devin Premier Ambruk, Dua Orang Sempat Terjebak di Dalam
“Kami juga akan berkoordinasi dengan ahli bangunan untuk memastikan penyebab pastinya,” tambah Riyanto.
Dari pantauan awal di lokasi, faktor konstruksi diduga menjadi pemicu utama ambruknya ketujuh ruko tersebut. Meski demikian, penyelidikan mendalam tetap diperlukan untuk memastikan akar permasalahannya.

Komentar Via Facebook :