PT ASL Shipyard Buka Suara Soal Ledakan Kapal Federal II, Janji Tanggung Jawab untuk Korban

PT ASL Shipyard Buka Suara Soal Ledakan Kapal Federal II, Janji Tanggung Jawab untuk Korban

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin dan Pihak Manajemen Saat Meninjau Lokasi Kejadian Didalam PT ASL Shipyard. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Pihak manajemen PT ASL Shipyard akhirnya angkat bicara terkait insiden ledakan di kapal Federal II yang menewaskan 11 orang pekerja pada Rabu (15/10/2025) lalu. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh terhadap seluruh korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tragis tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Audrey, General Manager PT ASL Shipyard, yang turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kejadian yang terjadi di galangan kapal milik perusahaan di Tanjunguncang, Batam. Ia mengatakan, peristiwa ini menjadi duka bersama bagi seluruh jajaran manajemen dan karyawan perusahaan.

“Kami sangat berduka dan prihatin atas musibah ini. Semua korban dan keluarga yang terdampak sedang melewati masa sulit, dan kami berusaha untuk terus mendampingi mereka,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).

Audrey menegaskan, pihak perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh penanganan korban, baik yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga korban serta masyarakat luas.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Saat ini, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak agar tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial.

“Kami tidak ingin ada spekulasi yang memperkeruh keadaan. Yang terpenting sekarang adalah fokus pada penanganan korban dan memastikan keselamatan semua pihak,” katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, manajemen PT ASL Shipyard telah menyiapkan akomodasi bagi keluarga korban yang datang dari luar daerah untuk mendampingi proses identifikasi dan pemakaman. Selain itu, perusahaan juga menanggung seluruh biaya pemulangan jenazah dan memberikan santunan duka kepada keluarga korban.

“Selain itu, korban juga mendapatkan hak dari BPJS Ketenagakerjaan serta sagu hati dari manajemen perusahaan,” katanya.

Audrey menjelaskan, tim HRD PT ASL telah ditempatkan di setiap rumah sakit yang merawat korban untuk memastikan seluruh kebutuhan medis dan administrasi terpenuhi dengan baik.

“Kami tidak meninggalkan tanggung jawab. Sejak awal kejadian, tim kami bekerja sama dengan kepolisian, Polda, dan Pemerintah Kota Batam untuk memastikan semua proses berjalan cepat dan manusiawi,” ujarnya.

Ia juga menepis tudingan yang menyebut perusahaan lepas tangan terhadap korban dan keluarga.

“Kami masih sangat fokus di lapangan. Semua upaya dilakukan agar korban mendapatkan perawatan maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Institut Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Mariyati Bangun, menyampaikan bahwa asosiasi turut berduka atas insiden tersebut dan siap memberikan dukungan moral kepada seluruh pihak terkait.

“Kami akan memantau perkembangan kasus ini, dan terus mendorong agar ada peningkatan keselamatan kerja di industri perkapalan nasional,” tutupnya.

Tragedi ledakan di kapal Federal II milik PT ASL Shipyard ini menjadi sorotan nasional setelah menewaskan 11 pekerja dan melukai puluhan lainnya. Hingga kini, pihak kepolisian dan pemerintah daerah masih melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang mengguncang dunia perkapalan Batam tersebut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :