Wakil Gubernur Kepri Tinjau Korban Ledakan Kapal ASL di RS Mutiara Aini, Pastikan Penanganan Medis Berjalan Optimal

Wakil Gubernur Kepri Tinjau Korban Ledakan Kapal ASL di RS Mutiara Aini, Pastikan Penanganan Medis Berjalan Optimal

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Mutiara Aini untuk meninjau kondisi para korban insiden ledakan di kapal milik PT ASL Shipyard.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Mutiara Aini untuk meninjau kondisi para korban insiden ledakan di kapal milik PT ASL Shipyard. Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal dan menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis tersebut.

Wakil Gubernur mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan manajemen PT ASL untuk memverifikasi standar keselamatan operasional di perusahaan tersebut.

“Saya jumpa dengan manajemennya. Saya tanya mengenai SOP-nya, saya tanya kapalnya, seberapa GRT-nya, dan saya tanya safety-nya juga,” ujar Haris Pratamura.

Meskipun pihak manajemen menyatakan bahwa seluruh prosedur keselamatan telah sesuai dengan protokol yang berlaku, Wakil Gubernur mengakui bahwa musibah ini tetap menjadi hal yang di luar dugaan.

“Tadi menyampaikan safety memang sudah standar, tapi kita kan nggak tahu akan terjadi musibah ini,” katanya.

Untuk mengungkap akar penyebab insiden tersebut, Nyanyang menyebutkan bahwa pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan audit keselamatan di lokasi kejadian. Ia menegaskan bahwa investigasi akan mencakup semua aspek, mulai dari human error hingga kemungkinan kerusakan peralatan yang sedang diperbaiki.

“Kami akan terus monitor, mengawasi, kenapa. Sudah terjadi permasalahan ini di ASL, di kapal yang sama sudah dua kali,” ujar Wakil Gubernur.

Proses penyelidikan ini akan dilakukan bersama tim Health, Safety, and Environment (HSA) baik dari pihak ASL maupun GHK, dan juga melibatkan evaluasi ulang terhadap protokol induksi keselamatan kerja bagi seluruh pekerja galangan kapal.

Wakil Gubernur menegaskan pentingnya penerapan prosedur keselamatan terutama dalam aktivitas pembersihan tangki (tank cleaning) atau pekerjaan di dalam palkah kapal. Menurutnya, area kerja harus benar-benar steril dari gas berbahaya sebelum pekerjaan dimulai.

“Karbonnya, hidrokarbonnya, atau H2O-nya, itu harus bebas di sana. Maka di sana boleh ada kegiatan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap pekerjaan di lingkungan berisiko tinggi harus mengikuti SOP perusahaan dan memperoleh persetujuan dari tim HSA sebelum pelaksanaan.

Dalam kunjungannya ke RS Mutiara Aini, Nyanyang Haris Pratamura menemui enam pasien korban ledakan dengan kondisi luka bakar yang bervariasi. Satu pasien diketahui berada dalam kondisi sangat kritis dengan tingkat luka bakar mencapai 80 persen, sementara dua lainnya mengalami luka bakar 54 persen dan 35 persen.

“Ada yang kritis 80 persen, ada yang 54 persen, ada yang 35 persen,” sebutnya.

Selain itu, terdapat lima pasien tambahan yang mengalami luka lebih ringan dan diharapkan dapat pulih dalam waktu dekat.

“Tetapi yang lima orang tadi, itu sangat kritis dan mungkin menunggu waktu, bagaimana kata dokter, kalau memang masih bisa dirawat di sini,” kata Wakil Gubernur.

Insiden tragis di galangan PT ASL Shipyard ini menelan 11 korban jiwa dan melukai puluhan lainnya. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah melakukan koordinasi dengan keluarga korban serta pihak perusahaan untuk memastikan proses penanganan jenazah dan pemberian bantuan sosial berjalan dengan baik.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :