Ahmad Ma’ruf Maulana, Ketua Kadin Kepri yang Optimistis: “Investasi Akan Datang, Asal Regulasi Ramah”
Ketua Kadin Kepri Ahmad Ma’ruf Maulana (Foto: Batamnews)
Batam, Batamnews – Di sela kesibukannya menerima tamu investor di sebuah kafe kawasan Batam Center, Ahmad Ma’ruf Maulana tampak santai. Namun, di balik senyum dan tutur katanya yang tenang, tersimpan visi besar untuk membawa Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau menuju era baru: era investasi produktif yang benar-benar menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Investasi itu bukan sekadar angka di atas kertas,” ujarnya membuka perbincangan. “Kalau proses perizinan dari pusat hingga daerah bisa cepat dan tepat, kita bicara tentang puluhan ribu orang yang akan punya pekerjaan.”
Ahmad Ma’ruf berbicara dengan nada yakin. Ia tahu betul peta industri di Kepri—dari semikonduktor hingga baterai listrik, dari hilirisasi pasir silika hingga manufaktur elektronik. Semua itu, menurutnya, punya potensi luar biasa bila didukung oleh regulasi yang berpihak pada percepatan.
Dari Target hingga Aksi Nyata
- Fokus utama: Pertumbuhan investasi di Kepri berpotensi besar menyerap lapangan kerja, dengan catatan regulasi dan perizinan harus cepat serta jelas.
- Target investasi: 2025–2026: menyerap 10.000 tenaga kerja.
- Dalam 4 tahun ke depan: potensi penyerapan 50.000 tenaga kerja.
- Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp200 triliun.
- Sektor unggulan: industri padat karya, teknologi, semikonduktor, hilirisasi pasir silika, baterai, PLTS, hingga manufaktur elektronik.
- Investor potensial: berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Taiwan, Uni Emirat Arab, India, Singapura, dan Tiongkok.
- Faktor penentu keberhasilan: percepatan izin teknis seperti tata ruang dan amdal.
- Peringatan: Kepri jangan kalah cepat dari Johor, Malaysia, dalam menarik investor.
- Tujuan Kadin: menjadi jembatan antara dunia usaha dan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja.
- Masalah utama: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kepri masih tinggi, 6,89%, tertinggi kedua nasional.
- Solusi: sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pendidikan vokasi.
- Rencana konkret: penandatanganan kerja sama investasi pada ajang Investment Award 2025 di Batam.
Kadin Kepri, di bawah kepemimpinannya, menargetkan penyerapan 10.000 tenaga kerja baru pada 2026, dengan potensi meningkat hingga 50.000 orang dalam empat tahun ke depan. Nilai investasinya diperkirakan menembus Rp200 triliun.
“Saya tidak bicara mimpi. Beberapa perusahaan dari AS dan Jerman sudah mendapatkan tax holiday dari Kementerian Investasi. Tinggal menunggu penyelesaian izin teknis seperti amdal dan tata ruang. Kalau ini disiapkan dengan baik, mereka segera jalan,” ungkapnya.
Ma’ruf menambahkan, sejumlah perusahaan existing di Batam juga mulai melakukan ekspansi. “Mereka percaya pada arah pembangunan Kepri. Tugas kita adalah memastikan semua berjalan cepat, bersih, dan transparan,” katanya.
Kunci Ke berhasilan: Regulasi yang Ramah dan Cepat
Dalam pandangan Ma’ruf, kunci kemajuan investasi tidak hanya terletak pada promosi, tapi pada kejelasan regulasi dan kecepatan birokrasi. Ia mencontohkan Johor, Malaysia, yang kini tumbuh pesat karena ramah terhadap investor.
“Kita tidak boleh kalah cepat. Investor itu sensitif terhadap waktu. Kalau terlalu lama di meja birokrasi, mereka bisa pindah ke tempat lain,” ujarnya.
Sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia, Ma’ruf juga memahami pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung. Ia menyebut kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) |dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam sebagai momentum emas untuk menumbuhkan industri padat karya dan teknologi.
“Kalau ini berjalan, kita tidak bicara lagi puluhan ribu tenaga kerja. Tapi bisa ratusan ribu,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan.
Menjawab Tantangan Pengangguran
Ketika disinggung soal tingginya tingkat pengangguran di Batam, Ma’ruf tidak menampik fakta itu. Data BPS Februari 2025 mencatat TPT Kepri mencapai 6,89 persen, tertinggi kedua di Indonesia. Di Batam bahkan mencapai 7,68 persen.
“Itu alarm bagi kita semua,” katanya serius. “Tapi saya percaya, solusi terbaik bukan wacana, melainkan aksi nyata melalui investasi dan pelatihan keterampilan.”
Ia menilai dunia usaha dan pemerintah harus berjalan beriringan. “Pemerintah dorong vokasi, Kadin buka akses kerja. Sinergi ini yang akan menurunkan pengangguran.”
Menjembatani Dunia Usaha dan Pemerintah
Bagi Ahmad Ma’ruf, Kadin bukan hanya wadah pengusaha, melainkan jembatan penghubung antara pemerintah dan pelaku usaha. Ia percaya bahwa kerja kolaboratif adalah kunci dalam mengatasi masalah ekonomi daerah.
“Kami siap membantu pemerintah menarik investasi, mendampingi pengusaha, dan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Kadin Kepri akan menandatangani sejumlah nota kesepahaman investasi pada ajang
Investment Award 2025
Investment Award 2025 yang digelar di Batam akhir Oktober nanti. “Kepri ini punya potensi luar biasa. Tugas kami adalah memastikan semua pihak berjalan dalam irama yang sama: cepat, akurat, dan saling percaya,” ujar Ma’ruf dengan senyum optimis.
Disinggung mengenai calon pengganti Ketua Kadin Kepri, Maruf mengatakan akan mencari sosok tepat dan diterima oleh pemerintah dan bisa bersinergi dengan pemerintah karena Kadin adalah mitra pemerintah.

Komentar Via Facebook :