15 Dapur Dapur Makan Bergizi Gratis di Batam Belum Beroperasi, Ini Penyebabnya
Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam.
Batam, Batamnews - Dari 74 Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau yang telah disetujui, 15 di antaranya belum bisa beroperasi. Dapur-dapur ini masih mempersiapkan diri, termasuk melakukan pendataan calon penerima manfaat.
Menurut Defri, Koordinator Wilayah MBG Kota Batam, kelima belas dapur tersebut baru saja memperoleh Surat Keputusan (SK).
“Mereka belum beroperasi karena masih dalam tahap pendataan penerima manfaat, perekrutan karyawan, dan penyelesaian administrasi. Setelah semua selesai, barulah mereka bisa berjalan,” jelas Defri.
Proses pendataan saat ini fokus pada sekolah dan posyandu. Meski belum aktif, ke-15 dapur ini diharapkan segera berfungsi.
“Sedang berjalan pendataannya, insya Allah dalam waktu dekat sudah operasi,” tambahnya.
Sementara itu, dari total 74 dapur yang memiliki SK, sebanyak 54 dapur sudah aktif melayani. Mereka memberikan makanan bergizi untuk 188.000 penerima manfaat, yang terdiri dari ibu hamil dan balita di Batam.
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh Satuan Pangan dan Gizi (SPGG) di Batam. Langkah ini diambil sebagai respons atas sejumlah masalah keamanan pangan yang ramai diberitakan media.
“Kami apresiasi kinerja SPGG yang tetap berjalan dengan baik. Namun, terkait insiden yang terjadi, BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh,” tegas Defri.
SPGG yang terdampak masalah keamanan pangan akan dihentikan sementara hingga pemeriksaan tuntas. Tujuannya, memastikan makanan yang disajikan untuk ibu hamil dan balita benar-benar aman dan berkualitas.
Bagi SPGG lain yang masih beroperasi, Defri meminta segera memenuhi sejumlah persyaratan penting berikut:
- Sertifikat Laik Higiene Sanitasi – sebagai jaminan standar kebersihan dapur.
- Tenaga Terlatih – minimal dua orang yang mampu memeriksa kualitas air yang digunakan.
- Penerapan SOP dan HACCP – menjalankan prosedur operasi standar dan sistem pengendalian keamanan pangan secara konsisten.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan program MBG di Batam dapat berjalan lebih aman, tertib, dan tepat sasaran.

Komentar Via Facebook :