Dapur SPPG Sungai Lakam Karimun Hentikan Operasi Sementara, Ribuan Penerima MBG dan Pekerja Terdampak
Rezekila Azizah Selaku Owner Rezeki Dapur dan Meciridayani selaku kepala SPPG Sungai Lakam 1. (Foto: Edo/Batamnews)
Karimun, Batamnews – Operasional Dapur SPPG Sungai Lakam, Rezeki Dapur, terpaksa dihentikan sementara setelah sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan sakit usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Akibat penghentian ini, sebanyak 3.941 penerima manfaat tidak bisa menikmati jatah MBG. Dari jumlah tersebut, 3.715 orang merupakan pelajar dari 9 sekolah, sedangkan 226 orang berasal dari 4 posyandu yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Tak hanya penerima manfaat, sekitar 50 pekerja harian dapur juga ikut terdampak. Mereka tidak bisa bekerja dan otomatis kehilangan upah harian.
"Untuk di dapur SPPG Sungai Lakam ini, ada sebanyak 3.941 orang, baik itu pelajar dan juga posyandu. Serta kami juga memiliki sebanyak 50-an orang pekerja dapur, yang setiap hari bekerja untuk menyiapkan MBG," kata Rezekila Azizah, selaku Owner Rezeki Dapur.
Ia menambahkan, para pekerja dapur digaji harian sehingga penghentian operasional membuat mereka tidak mendapatkan pemasukan.
"Kalau untuk pekerja dapur, hitungannya gaji per hari," ucapnya.
Meski demikian, pihak dapur tetap melakukan pemantauan terhadap siswa yang sempat sakit.
"Kita selalu pantau, kita tanya setiap hari bagaimana kondisinya, dan alhamdulillah sudah baik semuanya," ujar Zekila.
Sementara itu, Kepala SPPG Sungai Lakam 1, Meciridayani, menegaskan bahwa dapur tidak bisa serta-merta kembali beroperasi hanya dengan menunggu hasil laboratorium. Harus ada instruksi langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN) dengan sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi.
"Mudah-mudahan hasil lab cepat keluar dan hasilnya bagus. Setelah itu, kita juga menunggu instruksi dari BGN untuk dapat beroperasi kembali dengan melengkapi syarat terbaru dari BGN," ucapnya.
Dengan situasi ini, ribuan siswa dan penerima manfaat MBG terpaksa menunggu kepastian, sementara puluhan pekerja dapur menghadapi ancaman kehilangan penghasilan harian.

Komentar Via Facebook :