Lonjakan Impor Minyak Mentah Indonesia ke China Picu Dugaan Jalur Baru Ekspor Minyak Iran Lewat Batam

Lonjakan Impor Minyak Mentah Indonesia ke China Picu Dugaan Jalur Baru Ekspor Minyak Iran Lewat Batam

Ilustrasi

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – China tercatat mencatatkan lonjakan signifikan impor minyak mentah dari Indonesia selama dua bulan terakhir. Data ini menimbulkan dugaan kuat bahwa sebagian kargo tersebut mungkin berasal dari minyak Iran yang disamarkan melalui jalur baru, termasuk melalui perairan sekitar Pulau Batam, Kepulauan Riau.

Menurut data bea cukai China, sebanyak 2,7 juta ton minyak mentah asal Indonesia — setara dengan sekitar 630.000 barel per hari (bph) — tiba di China pada bulan lalu. Angka ini mengikuti lonjakan pada Juli, ketika volume impor meningkat tiga kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.

Tingkat impor tersebut tergolong tidak biasa, mengingat Indonesia selama lebih dari dua dekade merupakan importir minyak bersih (net importer). Sementara itu, produksi nasional hanya sekitar 580.000 bph, dengan konsumsi domestik mencapai 1,7 juta barel per hari, menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA).

Dugaan Rute Minyak Iran Melalui Indonesia

China selama ini menjadi pembeli terbesar minyak Iran, yang diekspor melalui jaringan kapal bayangan (shadow fleet) untuk menghindari sanksi Amerika Serikat. Namun, secara resmi, Beijing tidak mencatat impor minyak Iran sejak pertengahan 2022.

Sejumlah analis memperkirakan bahwa sebagian minyak yang diklaim berasal dari Indonesia atau Malaysia sebenarnya berasal dari Iran, yang melalui proses transfer antarkapal di perairan Asia Tenggara sebelum masuk ke China.

Selama dua bulan terakhir, volume impor minyak dari Malaysia justru turun lebih dari 30%, sementara impor dari Indonesia melonjak tajam.

“Ini hanyalah bagian dari evolusi berkelanjutan dari taktik operator, menyembunyikan apa yang mereka lakukan,”
kata Charlie Brown, penasihat senior di United Against Nuclear Iran, kelompok advokasi berbasis di AS.

“Mereka masih melakukan transfer antarkapal di wilayah yang sama di lepas pantai Malaysia; pola perdagangan dasarnya tetap sama.”

Kabil Batam Jadi Titik Singgah Kapal Tanker

Data pelacakan kapal menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan di Pelabuhan Kabil, Batam, yang terletak di selatan Singapura. Beberapa kapal tanker tercatat memberi sinyal singgah di pelabuhan tersebut sebelum melanjutkan pelayaran ke China.

Beberapa kapal yang terdeteksi antara lain Aquaris, Yuhan, Pola, dan Pix. Keempatnya tercatat beberapa kali berlabuh di Kabil, lalu bergerak ke perairan Johor, Malaysia — wilayah yang dikenal sebagai titik transfer antarkapal minyak mentah.

Khusus kapal Aquaris, data menunjukkan kapal itu sempat menerima kargo dari kapal Sorion, yang telah dikenai sanksi oleh AS dan Inggris karena membawa minyak Iran. Kargo tersebut kemudian dibongkar di terminal Haiye, Qingdao, China, yang juga masuk dalam daftar sanksi Departemen Luar Negeri AS.

Setelah itu, Aquaris diketahui melakukan dua perjalanan serupa dan kini dalam perjalanan menuju Kabil untuk ketiga kalinya.

Sementara itu, kapal Yuhan tercatat meninggalkan Kabil pada pertengahan Juni menuju Johor, lalu tiba di Rizhao, China, akhir Juli dengan membawa 202.000 barel minyak mentah tanpa asal yang jelas, menurut data dari Vortexa Ltd.

Kapal Pola juga dilaporkan singgah di Kabil pada akhir Juli, kemudian mengambil minyak Iran di dekat Malaysia sebelum membongkar muatannya di Dalian, China. Kapal tersebut kini kembali menuju China dengan muatan penuh sekitar 490.000 barel.

Pemerintah Indonesia dan China Bungkam

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Pertamina (Persero), maupun otoritas Pelabuhan Kabil terkait temuan tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor minyak mentah Indonesia pada Juli 2025 hanya sekitar 1,3 juta ton, jauh di bawah angka yang tercatat oleh China.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China juga tidak memberikan komentar mengenai dugaan adanya jalur baru ekspor minyak Iran melalui Batam dan Malaysia.

Jalur Bayangan di Tengah Tekanan Sanksi AS

Para analis menilai pola perdagangan ini menunjukkan adaptasi baru dalam rantai pasok energi global, khususnya antara China dan Iran. Dengan tekanan sanksi AS yang semakin ketat, jalur alternatif melalui negara ketiga — termasuk Indonesia — bisa menjadi celah strategis untuk melindungi pasokan energi Beijing sekaligus mengaburkan asal minyak Iran.

Seorang manajer di FASAFE SHIPPING PTE LTD, operator teknis kapal Pola, mengakui bahwa transfer antarkapal merupakan praktik umum di kawasan ini, meski menolak mengomentari asal muatan secara spesifik.

Pemilik kapal Pix tidak merespons permintaan konfirmasi, dan tidak ada kontak yang dapat dihubungi untuk manajemen kapal Aquaris maupun Yuhan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :