DKP2KH Siapkan Dapur Khusus Pulau Kecil, Dua SPPG di Kepri Dihentikan Sementara

DKP2KH Siapkan Dapur Khusus Pulau Kecil, Dua SPPG di Kepri Dihentikan Sementara

Dapur Makan Gizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews - Sebagai langkah untuk memeratakan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun konsep dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus untuk pulau-pulau kecil.

Hal ini disampaikannya dalam rapat tindak lanjut pelaksanaan Program MBG dan percepatan penuntasan TBC yang dipimpin langsung oleh Gubernur Ansar Ahmad di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis, 2 Oktober 2025.

Rika menjelaskan bahwa kondisi geografis Kepri yang terdiri dari banyak pulau menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian pangan. 

Baca juga: Santri Batam Berlaga di Lomba Robotik Internasional Malaysia 2025

“Distribusi pangan di pulau-pulau kecil tidak mudah. Karena itu, kita sedang menyusun konsep dapur SPPG khusus pulau kecil agar layanan lebih merata,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemprov Kepri juga melakukan evaluasi serius menyusul dugaan keracunan di Karimun dan Batam. Sebagai langkah antisipasi, dua SPPG untuk sementara dihentikan operasionalnya sembari menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM.

“Prinsipnya, makanan yang diberikan harus sehat, aman, dan bergizi,” tegas Rika.

Untuk memastikan kualitas makanan terjaga, sejumlah langkah telah diambil. Mulai dari menyalurkan rapid test kit, memperkuat pengawasan pangan, menggandeng kelompok tani, hingga mewajibkan sekolah penerima manfaat untuk menunjuk guru penanggung jawab distribusi dengan insentif harian sebesar Rp100 ribu.

Hingga 29 September 2025, realisasi program MBG di Kepri telah mencapai 52,23 persen, atau 333.282 orang dari total sasaran 638.047 penerima manfaat.

Baca juga: Kajari Batam: Setiap Kecamatan Akan Punya Koperasi Binaan Kejaksaan

Dari sisi target, Batam menjadi daerah dengan penerima manfaat terbanyak, yaitu 376.294 orang, disusul oleh Karimun dengan 74.590 orang, dan Tanjungpinang dengan 65.063 orang. Adapun tantangan terbesar distribusi justru berada di wilayah pulau kecil dengan 51.540 penerima manfaat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :