Dicuri Saat Dibantu, Kronologi Motor Dibegal Usai 'Ditolong' ke Bengkel

Dicuri Saat Dibantu, Kronologi Motor Dibegal Usai

Pelaku Rikar, Saat Diamankan Tim Buser Usai Melakukan Begal Didaerah Bengkong Sarmen. Foto : Tommy Purniawan

Nurjali

Batam, Batamnews - Aksi begal motor yang baru saja diungkap oleh Unit Reskrim Polsek Bengkong tak sampai setengah jam, ternyata ada fakta menarik. Ini adalah cerita tentang modus penipuan terbaru yang berujung pencurian. 

Korban, seorang remaja bernama Wahyu, justru dibegal oleh orang yang mengulurkan tangan menolongnya, di Bengkong, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Kejadiannya berawal ketika Wahyu habis bermain bola. Saat pulang ke rumahnya di Bengkong Laut, motor Yamaha Vixion miliknya mogok. Tali koplingnya putus tepat di depan Kimia Farma.

Baca juga: Hanya 30 Menit, Polisi Gagalkan Pelaku Begal di Bengkong

Seorang pria yang dia panggil "Oom" pun mendekat dan menawarkan bantuan. Pria itu mengusulkan untuk membawa motornya ke bengkel. Wahyu yang masih di bawah umur menyetujui tawaran itu.

Di bengkel, si "Oom" ini bahkan yang membayar biaya perbaikan karena Wahyu tidak membawa uang. Setelah motornya selesai diperbaiki, pelaku memboncengi Wahyu dengan alasan minta diantarkan ke ATM di Bengkong Laut untuk mengambil uang.

Namun, niat baik itu ternyata jebakan. Bukannya menuju ATM, pelaku malah membawa Wahyu ke tempat gelap dan sepi di sekitar Alio. Di sana, Wahyu disuruh turun. Begitu kakinya menginjak tanah, pria itu langsung membawa kabur motor Wahyu.

Terlantar di tempat yang gelap, Wahyu berusaha mencari pertolongan. Dia akhirnya berhasil kembali ke Kimia Farma, tempat awal motornya mogok, untuk menemui temannya yang menunggu di sana. Dalam keadaan panik dan menangis, dia menceritakan semua yang terjadi pada warga sekitar.

Cerita itu didengar oleh Soma, seorang pedagang di sekitar Kimia Farma. Kebetulan, Soma tadi melihat pria yang menolong Wahyu. Ia ingat bahwa pria itu memarkir motornya terlebih dahulu sebelum mendekati Wahyu.

Dengan sigap, Soma berkoordinasi dengan pihak Kimia Farma dan pengurus RT setempat untuk mengamankan motor milik pelaku yang masih terparkir itu. Soma kemudian mengantar Wahyu pulang untuk memberitahu orang tuanya.

Orang tua Wahyu langsung membawa STNK dan BPKB motor mereka ke Polsek Bengkong untuk melapor. Belum lama mereka sampai di kantor polisi, kabar baik datang. Pihak Kimia Farma memberi tahu bahwa pelaku terlihat kembali ke lokasi.

Baca juga: Korwil SPPG Batam Bungkam Soal Dugaan Keracunan MBG di SDN 016 Sagulung

Berkelahi koordinasi yang cepat, Soma, Wahyu, dan Tim Buser Polsek Bengkong langsung bergerak. Mereka berhasil menangkap pelaku yang sedang hendak mengambil motornya yang lusuh dan tanpa plat. Pria yang dikenal sebagai Rikar itu langsung dibawa ke kantor polisi.

Di hadapan penyidik, Rikar mengaku nekat mencuri karena desakan ekonomi. Dia beralasan tidak memiliki pekerjaan dan istrinya sedang hamil. Aksi "menolong" yang berubah menjadi pembegalan itu dia lakukan secara spontan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :