Kemkominfo Ungkap Penyebaran Disinformasi Terorganisir di Medsos
Ilustrasi fake news (freepik)
Jakarta, Batamnews - Beberapa hari terakhir, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menemukan gelombang disinformasi yang menyebar di berbagai platform digital. Kabar ini mereka ketahui berdasarkan laporan-laporan yang masuk dari masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, menegaskan bahwa penyebaran berita bohong ini tidak main-main.
Semuanya dilakukan secara terorganisir dengan satu tujuan: memprovokasi dan memecah belah masyarakat. Yang lebih mengkhawatirkan, aksi ini berlangsung terus-menerus dan butuh perhatian serius dari semua pihak.
Baca juga: Tanjungpinang Targetkan Pendapatan Daerah Rp 1,01 T di Tahun 2026
"Kami mendapati banyak informasi keliru yang beredar, baik yang disebarkan dengan sengaja maupun tidak. Dari indikasi awal, ada upaya terstruktur untuk menjadikan media sosial sebagai alat provokasi," jelas Meutya melalui unggahan di akun Instagram resminya, Selasa, 2 September 2025.
Menkominfo pun berpesan agar masyarakat tidak serta-merta menelan mentah-mentah setiap informasi yang ditemui di dunia maya.
Setiap kabar yang beredar harus diverifikasi kebenarannya terlebih dahulu sebelum dipercaya atau dibagikan ulang.
Baca juga: Lowongan Pelatihan Gratis untuk Pencari Kerja Batam 2025, Ini Daftarnya
"Kami imbau semua untuk tetap waspada. Jangan gampang terpancing, jangan ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan biasakan untuk selalu cek silang dari sumber-sumber yang terpercaya," tegas Meutya.
Komentar Via Facebook :