Warga Gentawa Indah Demo BP Batam, Minta Perlindungan dari Mafia Tanah dan Intimidasi

Warga Gentawa Indah Demo BP Batam, Minta Perlindungan dari Mafia Tanah dan Intimidasi

Ratusan warga Kampung Gentawa Indah, Batuaji. Melakukan unjuk rasa di depan kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa (2/9) pagi. Foto : IST

Nurjali

Batam, Batamnews - Ratusan warga Kampung Gentawa Indah, Batuaji, mendatangi kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Selasa, 2 September 2025 pagi. Mereka berunjuk rasa menyuarakan kecemasannya terhadap klaim sepihak atas tanah yang mereka tinggali.

Aksi itu ditandai dengan pembentangan spanduk yang meminta BP Batam menindak tegas "mafia tanah" yang selama ini meresahkan.

Menurut penuturan warga, masalahnya berawal pada November 2024. Saat itu, PT Sinar Fortuna Sukses tiba-tiba mengklaim menguasai lahan tersebut dengan mengatasnamakan PL dari PT Pesona Bumi Barelang. 

Baca juga: Pemenang Lelang KPKNL Batam Merasa Dirugikan, Tanah dengan Bangunan Ternyata Hanya Lahan Kosong

"Sampai sekarang, kami belum melihat bukti keabsahan atau dokumen resmi yang sah," ujar Edi, salah seorang warga, yang pernyataannya disetujui warga lain.

Kecemasan warga memuncak sejak Desember 2024. Sejumlah orang yang mengatasnamakan perusahaan datang dan melakukan intimidasi hingga teror. 

Warga pun resah karena terancam kehilangan tempat tinggal yang telah mereka huni puluhan tahun. "Kami sudah sekitar 20 tahun tinggal di sini. Kenapa baru sekarang dipermasalahkan?" kata Edi.

Dalam aksinya, warga menuntut dua hal utama: pertama, agar Kepala BP Batam menata lahan mereka sesuai Perka BP Batam Nomor 11 Tahun 2023; dan kedua, agar BP Batam mendukung program pemerintah pusat untuk pembangunan 3 juta rumah rakyat. 

"Kami hanya ingin rumah sederhana untuk hidup, bukan istana. Pemerintah harus hadir dan melindungi rakyat kecil," tegas perwakilan warga.

Ramlin Abu Semar, kuasa hukum warga, menyatakan akan terus mendampingi perjuangan masyarakat. Ia mendesak BP Batam memberikan kepastian hukum. 

Baca juga: Wali Kota Batam Amsakar Achmad Ingatkan Pejabat: Berhenti Eksklusif, Dekatlah dengan Rakyat

"Kami meminta agar rakyat kecil tidak terus ditekan oleh klaim sepihak. Warga hanya ingin kepastian bisa hidup layak dan tidak diintimidasi," ujarnya.

Audiensi warga akhirnya diterima langsung oleh Direktur Pengelolaan Lahan BP Batam, Harlas Buana. Dalam pertemuan tersebut, BP Batam berjanji akan menyampaikan aspirasi warga kepada Kepala BP Batam untuk ditindaklanjuti. 

"Kami ingin BP Batam memberikan solusi kepada warga dan kami minta pihak lain tidak lagi mengintimidasi warga," kata Ramlin.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :