Wabup Karimun Sidak BPR Tuah Karimun, Terungkap Rugi Rp700 Juta hingga Juli 2025
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Perumda BPR Tuah Karimun pada Selasa (26/8/2025).
Karimun, Batamnews – Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Perumda BPR Tuah Karimun pada Selasa (26/8/2025). Dari hasil sidak tersebut, terungkap bahwa BPR Tuah Karimun mengalami kerugian cukup besar, yakni sekitar Rp700 juta hingga Juli 2025.
Rocky mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kerugian BPR sudah mencapai Rp500 juta pada Maret 2025, dan terus meningkat hingga Rp700 juta pada Juli.
"Kami ke OJK, dan mereka sampaikan BPR merugi Rp 500 juta di bulan Maret 2025. Dan, sampai Juli sudah 700 juta," kata Rocky.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun tidak menargetkan keuntungan bagi BPR Tuah Karimun tahun ini. Fokus utama diarahkan pada upaya penyelamatan dan perbaikan kinerja agar kerugian tidak semakin membengkak.
"Saya harap bukan untung dulu, tapi usahakan tidak rugi dulu sampai akhir tahun," ujar Rocky.
Dari laporan yang diterima, penyebab utama kerugian adalah tingginya jumlah kredit macet para nasabah. Oleh karena itu, Direktur Utama BPR Tuah Karimun yang baru, Wan Abdul Rahman, bersama jajaran manajemen diminta segera menekan kerugian dengan berbagai strategi pemulihan.
Dalam paparannya, pihak BPR menyampaikan langkah-langkah efisiensi, termasuk pemotongan gaji jajaran direksi, meski hal itu tidak berlaku bagi staf.
"Tapi pemotongan gaji tidak diberlaku terhadap para staf. Staf-staf BPR juga tidak ada yang dirumahkan," jelas Rocky.
Ia menambahkan, Pemkab Karimun ke depan akan memberikan tambahan penyertaan modal bagi BPR Tuah Karimun berdasarkan Peraturan Daerah, disertai kajian investasi untuk memperkuat struktur permodalan.
"Kedepan kita harapkan BPR menjadi lebih baik dan bisa menambah PAD," kata Rocky.
Sementara itu, Direktur Utama BPR Tuah Karimun, Wan Abdul Rahman, mengakui kondisi yang dihadapi lembaga keuangan daerah tersebut tidak mudah. Ia menegaskan target utama tahun ini bukan keuntungan, melainkan menghentikan laju kerugian.
"Akhir tahun ini kita ingin tidak ada kerugian dan juga tidak untung. Karena melihat kondisi kita tidak menjamin bisa untung," ucapnya.
Kendati demikian, Wan tetap optimis BPR Tuah Karimun bisa bangkit dengan sejumlah langkah strategis, termasuk memperkuat tata kelola, menekan kredit macet, dan meminta arahan teknis dari OJK.

Komentar Via Facebook :