Polairud Polda Kepri Buru Tiga Kelompok Bajak Laut, Diduga Sembunyi di Pulau Sekitar Batam hingga Jakarta
Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Handono Subiakto. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)
Batam, Batamnews – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kepulauan Riau masih terus melakukan pengejaran terhadap tiga kelompok jaringan bajak laut yang hingga kini berstatus buron. Para pelaku disebut berpencar dan berusaha menghindari kejaran aparat pasca gencarnya pemberitaan di media.
Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Handono Subiakto, menyampaikan bahwa sebagian dari kelompok tersebut diduga bersembunyi di salah satu pulau di sekitar Batam, sementara satu kelompok lainnya terdeteksi berpindah ke wilayah Jakarta.
“Saat ini mereka masih bersembunyi, namun pencarian terus dilakukan oleh anggota di lapangan,” ujarnya saat ditemui di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Jumat (22/8/2025) sore.
Menurut Handono, ekspos kasus perompakan beberapa waktu lalu diduga membuat para buronan berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi.
"Meski demikian, Polairud memastikan langkah pengejaran tetap dilakukan secara sistematis dengan mengandalkan informasi intelijen dan laporan masyarakat," tegasnya.
Handono menjelaskan bahwa proses pemberkasan kasus masih berjalan dan segera akan dilimpahkan ke kejaksaan. Namun, ada sejumlah kendala teknis yang tidak bisa disampaikan secara detail.
"Namun pemberkasan akan segera kita kirim jika ada perkembangan, tentu akan kami lengkapi kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar buronan masih berada di wilayah Kepulauan Riau, tetapi tidak menutup kemungkinan ada yang berpindah ke luar pulau, bahkan hingga ke Jakarta.
"Mobilitas tinggi para pelaku menjadi salah satu tantangan dalam proses pengejaran," katanya.
Handono juga menilai, gencarnya pemberitaan membuat para buronan untuk sementara waktu menurunkan aktivitas mereka.
"Bisa jadi mereka berpura-pura berhenti, bahkan ada kemungkinan mencoba beralih profesi. Namun kami tetap waspada karena belum ada tanda-tanda mereka benar-benar berhenti beroperasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, upaya penegakan hukum akan terus dilakukan untuk menuntaskan jaringan bajak laut ini. Polairud juga berharap dukungan penuh dari masyarakat dalam memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para buronan, sehingga kejahatan perairan yang meresahkan dapat ditekan semaksimal mungkin.
Sebelumnya diberitakan, Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri berhasil membongkar jaringan perompakan kapal asing di perairan Selat Philips, yang berbatasan langsung dengan Singapura. Dari operasi tersebut, polisi menangkap 11 orang pelaku yang selama ini menargetkan kapal-kapal berbendera asing, salah satunya tanker MT Thom Elisabeth.
Dalam penangkapan pada Kamis (10/7/2025), delapan orang berhasil dibekuk yakni S, I, R, RH, Z, SD, MI, dan LA. Keberhasilan ini tidak lepas dari laporan masyarakat serta koordinasi dengan International Maritime Bureau (IMB) Singapura, yang ditindaklanjuti dengan patroli intensif di perairan rawan.

Komentar Via Facebook :