Gara-gara Turis Mabuk di Ketinggian 10.000 Kaki, Pesawat Terpaksa Mendarat Darurat
Ilustrasi kursi pesawat (freepik)
Batam, Batamnews – Seorang turis asal Inggris berusia 41 tahun ditangkap pihak berwajib di Jerman setelah melakukan penganiayaan terhadap penumpang dan awak kabin dalam sebuah penerbangan menuju Yunani, diduga akibat kondisi mabuk berat.
Kejadian ini berlangsung pada Kamis malam di dalam pesawat yang tengah mengudara dari Bandara Manchester, Inggris, menuju Larnaca, Yunani. Menurut polisi Jerman, wanita tersebut menunjukkan perilaku agresif dengan melancarkan pukulan, tendangan, cercaan, dan ancaman.
Akibat ulahnya yang membahayakan keselamatan penerbangan, kapten pilot memutuskan untuk mendaratkan pesawat lebih awal di Bandara Cologne Bonn, Jerman, pukul 19.20 waktu setempat.
Baca juga: 29 Jam di Udara! Penerbangan CX883 Hong Kong Alami Penundaan Ekstrem Gara-gara Black Rainstorm
“Dia jelas-jelas dalam kondisi mabuk berat,” ujar juru bicara polisi, Mathias Kampfer, seperti dikutip dari pernyataan resmi.
Setelah pesawat mendarat, wanita itu langsung ditahan oleh polisi Federal Jerman yang telah menunggu di bandara.
“Setelah berkoordinasi, dia dibawa ke kantor polisi untuk proses lebih lanjut dan ditahan hingga sadar,” tambah Kämpfer.
Tidak hanya ditahan, wanita warga negara Inggris itu juga dinyatakan tidak diizinkan masuk ke wilayah Jerman dan akan dideportasi kembali ke Inggris “secara langsung”.
Insiden ini tidak hanya berakibat pada penangkapan pelaku. Pesawat yang mereka tumpangi dilaporkan mengalami masalah teknis usai mendarat darurat dan tidak dapat langsung melanjutkan penerbangan.
Para penumpang yang lain terpaksa menunggu di area transit bandara hingga sebuah pesawat pengganti disiapkan untuk menerbangkan mereka ke Yunani pada larut malam.
Menyikapi insiden ini, Polisi Federal Jerman kembali mengingatkan para pelancong tentang bahaya mengonsumsi alkohol sebelum atau selama penerbangan.
Melalui pernyataannya, mereka menjelaskan bahwa bahkan dalam jumlah kecil, alkohol dapat memberikan efek yang jauh lebih kuat daripada di darat akibat tekanan udara yang lebih rendah dan konsentrasi oksigen yang berbeda di dalam kabin pesawat.
Baca juga: Dua Orang Terluka dalam Penembakan di Masjid Swedia Saat Sholat Jumat, Pelaku Kabur
“Perilaku agresif tidak hanya membahayakan penumpang lain, tetapi juga dapat sangat mengganggu keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, kami mendesak konsumsi alkohol yang bertanggung jawab dalam perjalanan udara,” bunyi pernyataan tersebut.
Insiden ini terjadi di saat yang hampir bersamaan dengan kasus terpisah di Inggris, di mana seorang pramugari Virgin Atlantic, Kathryn Scott (44), harus menghadapi pengadilan karena melaporkan diri untuk bekerja dalam keadaan kandungan alkohol dalam darahnya melebihi batas hukum yang ditetapkan untuk awak penerbangan.
Komentar Via Facebook :