Depresi Ditinggal Istri, Pemuda Nyaris Terjun dari JPO Karimun
Aksi pemuda di Karimun yang berniat bunuh diri digagal warga dan polisi.
Karimun, Batamnews - Seorang pemuda berinisial Ja (20 tahun) nekat memanjat atap Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Ahmad Yani Kolong, Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun, Minggu malam 17 Agustus 2025, dengan niat melompat.
Diduga depresi akibat masalah keluarga, aksinya berhasil digagalkan setelah warga dan polisi bekerja sama mengevakuasinya.
Menurut keterangan keluarga, Ja mengalami depresi setelah ditinggalkan istrinya sekitar dua bulan lalu. Saat kejadian, ia dalam keadaan mabuk.
"Dia depresi karena ditinggal istrinya dan sedang dalam kondisi mabuk," ujar Kepong, salah satu kerabat Ja.
Baca juga: Rekening Istri Kades Perayun Cuma "Tempat Lewat" Duit Korupsi Suami!
Awalnya, warga berusaha menenangkan Ja dan memintanya turun, namun ia tidak merespons. Melihat hal itu, warga bersama personel kepolisian yang berada di lokasi memanjat JPO dan berhasil menyelamatkannya.
Proses evakuasi berlangsung menegangkan, dengan warga bahkan memotong bagian atap membran untuk memudahkan penyelamatan.
"Kakinya ditarik, lalu tubuhnya langsung dipeluk warga agar tidak terjatuh. Syukurlah dia selamat," kata Dede, seorang saksi.
Setelah dievakuasi, Ja tidak mengalami luka serius. Ia sempat dibawa ke Polres Karimun untuk mendapatkan pembinaan sebelum akhirnya dipulangkan kepada keluarganya.
Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa, mengonfirmasi bahwa upaya bunuh diri Ja berhasil digagalkan.
Baca juga: Gaji Tekor Bayar Utang Judol, Karyawan PT Saipem Beralih Jadi Jambret 5 Kali di Karimun!
"Usai digagalkan, dia dibawa ke Polres Karimun untuk diberikan pembinaan, kemudian dikembalikan kepada keluarga," jelasnya.
Kejadian ini menjadi perhatian warga setempat, mengingat JPO tersebut merupakan akses umum yang ramai dilintasi.
Komentar Via Facebook :