Daftar 36 Bandara Indonesia yang Resmi Jadi Internasional, Simak Lengkapnya!
Bandara Hang Nadim Batam (Dok. BP Batam)
Batam, Batamnews – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikkan status 36 bandara umum di Indonesia menjadi bandara internasional.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, pada Senin, 11 Agustus 2025 di Jakarta.
Selain bandara umum, tiga bandara khusus dan Bandara Bersujud di Kalimantan Selatan yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) juga ditetapkan sebagai bandara internasional.
Lukman menjelaskan, langkah ini merupakan strategi pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan penerbangan global. Namun, peningkatan status ini tetap memprioritaskan pemenuhan standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.
Baca juga: Kabar Terbaru Investasi Rp36 Triliun KEK Galang Batang: DJBC dan LNSW Tinjau Fasilitas Kepabeanan
"Status internasional pada bandara membawa tanggung jawab besar. Setiap bandara harus memastikan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan terpenuhi, termasuk fasilitas imigrasi, bea cukai, dan karantina sebelum melayani penerbangan internasional langsung," ujar Lukman.
Ia berharap kebijakan ini dapat meningkatkan konektivitas udara, mempermudah arus perdagangan dan pariwisata, serta mendorong pemerataan layanan penerbangan internasional di berbagai wilayah Indonesia.
Daftar 36 Bandara yang Dinaikkan Statusnya Menjadi Internasional
- Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh Besar, Aceh)
- Bandara Kualanamu (Deli Serdang, Sumatera Utara)
- Bandara Minangkabau (Padang Pariaman, Sumatera Barat)
- Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru, Riau)
- Bandara Hang Nadim (Batam, Kepulauan Riau)
- Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang, Banten)
- Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta Timur, DKI Jakarta)
- Bandara Kertajati (Majalengka, Jawa Barat)
- Bandara Kulon Progo (Kulon Progo, DIY)
- Bandara Juanda (Sidoarjo, Jawa Timur)
- Bandara I Gusti Ngurah Rai (Badung, Bali)
- Bandara Zainuddin Abdul Madjid (Lombok Tengah, NTB)
- Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Balikpapan, Kaltim)
- Bandara Sultan Hasanuddin (Maros, Sulsel)
- Bandara Sam Ratulangi (Manado, Sulut)
- Bandara Sentani (Jayapura, Papua)
- Bandara Komodo (Manggarai Barat, NTT)
- Bandara S.M. Badaruddin II (Palembang, Sumsel)
- Bandara H.A.S. Hanandjoeddin (Belitung, Bangka Belitung)
- Bandara Jenderal Ahmad Yani (Semarang, Jateng)
- Bandara Syamsudin Noor (Banjarbaru, Kalsel)
- Bandara Supadio (Pontianak, Kalbar)
- Bandara Raja Sisingamangaraja XII (Tapanuli Utara, Sumut)
- Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang, Kepri)
- Bandara Raden Inten II (Lampung Selatan, Lampung)
- Bandara Adi Soemarmo (Boyolali, Jateng)
- Bandara Banyuwangi (Banyuwangi, Jatim)
- Bandara Juwata (Tarakan, Kaltara)
- Bandara El Tari (Kupang, NTT)
- Bandara Pattimura (Ambon, Maluku)
- Bandara Frans Kaisiepo (Biak Numfor, Papua)
- Bandara Mopah (Merauke, Papua Selatan)
- Bandara Kediri (Kediri, Jatim)
- Bandara Mutiara Sis Al Jufri (Palu, Sulteng)
- Bandara Domine Eduard Osok (Sorong, Papua Barat Daya)
- Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (Samarinda, Kaltim)
Baca juga: Batam Tunggu Instruksi Pusat untuk Jadikan Pulau Galang Tempat Penyembuhan Warga Gaza, Palestina
Dengan kebijakan ini, diharapkan semakin banyak destinasi di Indonesia yang terhubung secara global, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional.

Komentar Via Facebook :