Kabar Terbaru Investasi Rp36 Triliun KEK Galang Batang: DJBC dan LNSW Tinjau Fasilitas Kepabeanan
Direktorat Fasilitas Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Lembaga National Single Window (LNSW) melakukan kunjungan kerja ke Pulau Bintan pada awal Agustus 2025.
Tanjungpinang, Batamnews – Dalam upaya mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, jajaran Direktorat Fasilitas Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Lembaga National Single Window (LNSW) melakukan kunjungan kerja ke Pulau Bintan pada awal Agustus 2025.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau operasional KEK Galang Batang, yang telah mencatat nilai investasi sebesar Rp 36,27 triliun hingga tahun 2027.
Sebelum meninjau langsung kawasan industri tersebut, rombongan yang dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau menggelar diskusi internal di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kepulauan Riau di Dompak.
Baca juga: Proyek New Batam Centre Rp8 Triliun Ditandatangani, Siap Jadi Magnet Investasi Baru Indonesia
Pertemuan ini membahas pemberian fasilitas kepabeanan dan cukai untuk mendukung kelancaran bisnis di KEK Galang Batang. Turut hadir perwakilan dari Komisi Pengawasan Perpajakan, Administrator KEK Galang Batang, Kantor Pajak Pratama Bintan, dan PT GBKEK Industrial Park sebagai pengembang utama.
Pada Kamis, 7 Agustus 2025, rombongan bergerak ke Hotel Nusa Vista di dalam kawasan KEK Galang Batang untuk berdialog dengan para investor dan pelaku usaha.
Forum ini menjadi ajang bagi pelaku bisnis untuk menyampaikan masukan, keluhan, dan harapan terkait kebijakan kepabeanan, perpajakan, serta fasilitas logistik. Diskusi berlangsung dinamis, menandakan tingginya antusiasme dalam mengoptimalkan potensi KEK Galang Batang.
KEK Galang Batang, yang diresmikan pada 8 Desember 2018 oleh Menko Perekonomian kala itu, Darmin Nasution, diproyeksikan sebagai sentra pengolahan mineral bauksit dan produk turunannya, termasuk refinery dan smelter.
Dengan lokasi strategis di Selat Malaka jalur perdagangan tersibuk di dunia kawasan ini diharapkan menjadi pusat industri yang mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Baca juga: BP Batam: IMOX 2025 Jadi Titik Temu Jejaring Global dan Investasi Maritim
Adapun manfaat ekonomi yang diharapkan meliputi Penyerapan tenaga kerja hingga 23.200 orang, termasuk di sektor refinery, smelter, dan jasa pelabuhan. Dampak pengganda (multiplier effect) bagi UMKM dan industri pendukung di sekitar Bintan. Peningkatan ekspor produk olahan mineral Indonesia.
Pemerintah berkomitmen mempercepat realisasi investasi melalui penyederhanaan regulasi dan peningkatan fasilitas kepabeanan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menyelesaikan kendala teknis sekaligus memastikan KEK Galang Batang menjadi hub industri pengolahan mineral terintegrasi di Asia Tenggara.

Komentar Via Facebook :