KSOP Batam Resmikan Life Jacket Station di Sekupang dan Belakang Padang, Dorong Keselamatan Pelayaran Masyarakat
Kepala KSOP Khusus Batam, Muhammad Takwim Masuku, saat memberikan Life Jacket secara simbolis dan juga memotong pita untuk membuka posko Life Jacket di Pelabuhan Sekupang. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)
Batam, Batamnews – Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan pelayaran di wilayah pesisir, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam meresmikan Life Jacket Station di dua lokasi strategis, yakni Pelabuhan Pengumpan Sekupang dan Belakang Padang, Rabu pagi (6/8/2025).
Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan keselamatan penumpang, terutama nelayan dan masyarakat yang setiap hari menggantungkan hidupnya pada moda transportasi laut.
Peresmian ini dipimpin langsung oleh Kepala KSOP Khusus Batam, Muhammad Takwim Masuku, dan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan stakeholder penting, seperti Dirpolair Polda Kepri Kombes Handono Subiakto, Kepala Dinas Perhubungan Leo Putra, perwakilan dari Jasa Raharja, nelayan, serta perwakilan perusahaan-perusahaan maritim.
“Di Belakang Padang ada yang 50, ada 20, dan begitu juga di Sekupang. Total hampir 390 life jacket kita tempatkan,” ujar Takwim dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya sebatas penyediaan rompi keselamatan, melainkan juga didukung oleh sistem tata kelola yang ketat dan berkelanjutan.
“Ke depan kita akan tata kelola dengan baik agar penggunaan bisa terus dikontrol. Jika masa pakai sudah kedaluwarsa, kita akan minta laporan dari asosiasi untuk segera dilakukan pergantian,” lanjutnya.
Selain fasilitas fisik, KSOP Batam juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat untuk membiasakan penggunaan life jacket setiap kali melakukan perjalanan laut. Petugas KSOP bahkan ditugaskan untuk memberikan pengarahan singkat sebelum keberangkatan kapal.
“Setiap pemberangkatan, kami usahakan ada edukasi agar masyarakat menggunakan pelampung,” tambah Takwim.
Tak hanya itu, KSOP Batam juga sedang menyiapkan program pelatihan untuk penerbitan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) jarak 30 hingga 60 mil. Program ini ditujukan kepada para pemilik kapal kecil agar memiliki pengetahuan dasar dalam mengemudikan kapal, serta memahami tindakan keselamatan saat menghadapi situasi darurat di laut.
“Minimal mereka tahu apa yang harus dilakukan kalau terjadi sesuatu. Kita sedang komunikasi dengan titik-titik lokasi untuk ikutkan Diklat SKK ini,” katanya.
KSOP Batam pun membuka peluang kerja sama dengan sekolah pelayaran dan lembaga terkait lainnya untuk memperluas jangkauan pelatihan tersebut. Jika ditemukan lokasi baru yang membutuhkan fasilitas keselamatan, penambahan Life Jacket Station akan segera dilakukan.
“Program ini tidak berhenti di sini. Kalau ada lokasi lain yang membutuhkan, kita akan tambah titiknya,” tegas Takwim.
Dengan serangkaian inisiatif ini, KSOP Batam berharap budaya keselamatan pelayaran dapat tumbuh kuat di masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan laut akibat kelalaian dalam penggunaan alat keselamatan dasar.

Komentar Via Facebook :