Ancaman Siber Kian Canggih di 2025, Kerugian Global Diprediksi Tembus Rp167 Ribu Triliun

Ancaman Siber Kian Canggih di 2025, Kerugian Global Diprediksi Tembus Rp167 Ribu Triliun

Ilustrasi

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Dunia digital menghadapi tantangan serius dengan meningkatnya kejahatan siber yang semakin canggih dan merugikan. Memasuki tahun 2025, pengguna internet diminta ekstra waspada, terutama terhadap serangan yang melibatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini makin mudah diakses publik.

Menurut laporan Cybersecurity Ventures, kerugian global akibat kejahatan siber pada tahun 2024 diperkirakan mencapai US$9,5 triliun atau setara Rp153.929 triliun. Angka ini terus meningkat dan diprediksi akan menembus US$10,5 triliun (sekitar Rp167 ribu triliun) pada tahun 2025. Jika kejahatan siber dianggap sebagai negara, ekonomi yang ditimbulkannya akan menjadi yang ketiga terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat dan China.

Kerugian tersebut mencakup beragam aspek, mulai dari kerusakan data, kehilangan produktivitas, pencurian kekayaan intelektual, pencurian data pribadi, penggelapan, gangguan operasional bisnis, hingga kerugian reputasi dan biaya hukum.

Berikut adalah tiga bentuk kejahatan digital yang diperkirakan meningkat drastis sepanjang 2025:

1. Penipuan Berbasis AI (Deepfake & Pig Butchering)

AI yang semula dikembangkan untuk membantu pekerjaan manusia, kini menjadi alat kejahatan siber. Salah satu bentuk serangannya adalah deepfake, yaitu manipulasi foto atau video agar terlihat seperti asli.

Kasus terbaru terjadi di Singapura, di mana pelaku mengirim video palsu berisi konten tidak senonoh dengan wajah korban, lalu memeras mereka dengan meminta tebusan dalam bentuk kripto.

Lebih mengkhawatirkan lagi adalah teknik “pig butchering” berbasis AI—penipuan yang diawali dengan menjalin hubungan jangka panjang secara online sebelum akhirnya menipu korban dengan skema investasi palsu.

Dengan bantuan AI, pelaku dapat:

  • Mengirim pesan otomatis dalam jumlah besar

  • Membuat akun palsu yang sangat meyakinkan

  • Melakukan video call deepfake dan kloning suara

2. Phishing Lewat Produk Populer & Langganan Palsu

Penipuan phishing masih menjadi ancaman klasik yang belum usang. Modusnya adalah menyamar sebagai entitas terpercaya untuk mencuri data sensitif pengguna.

Kini, phishing semakin marak lewat momen peluncuran produk populer seperti game GTA V, perangkat Nintendo, dan film blockbuster. Para penipu menyebarkan tautan palsu untuk pre-order, penjualan merchandise, bahkan undangan uji coba yang mengandung malware.

Model ekonomi berbasis langganan yang kini marak juga dimanfaatkan. Munculnya platform palsu dengan harga lebih murah menjadi jebakan bagi pengguna yang menginginkan akses murah tapi akhirnya kehilangan data pribadi dan finansial.

3. Penipuan Gmail yang Sulit Dibedakan

Gmail sebagai platform email global pun menjadi sasaran empuk. Kini, modus penipuan yang menyasar Gmail semakin meyakinkan dan sulit dibedakan dari email resmi.

Contoh nyata dialami oleh bos Instagram, Adam Mosseri, yang hampir tertipu oleh email penipuan berpura-pura dari Google. Email itu bahkan menggunakan alamat resmi seperti [email protected] dan mengarahkan ke situs Google Sites palsu.

Metode ini menggunakan infrastruktur yang sah untuk menyebarkan tautan berbahaya, dan membuat korban lengah karena tampak seperti email resmi.

Waspada dan Cerdas di Era Digital

Meningkatnya kejahatan siber di 2025 menjadi pengingat bagi seluruh pengguna internet untuk tidak mudah percaya pada tautan, pesan, atau email yang mencurigakan. Pastikan untuk memverifikasi identitas pengirim, gunakan perangkat keamanan digital, dan hindari berbagi data pribadi melalui platform tidak resmi.

Pemerintah dan sektor swasta juga dituntut terus memperkuat infrastruktur keamanan digital agar ruang siber Indonesia tetap aman dan terlindungi dari ancaman global yang makin kompleks.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :