Kantor Bappelitbang Provinsi Kepri Roboh Dihantam Badai di Tengah Kontroversi Proyek Rp 250 Miliar
Video CCTV yang beredar luas di media sosial detik-detik saat kantor di dompak roboh.
Tanjungpinang, Batamnews – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Tanjungpinang pada Rabu siang 2 Juli 2025, mengakibatkan kerusakan di sejumlah lokasi, termasuk robohnya sebagian Kantor Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (BAppelitbang) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di kawasan Dompak.
Beredar video berdurasi 30 detik di media sosial yang memperlihatkan jendela kaca kantor tersebut pecah dan kerangkanya rusak akibat terjangan angin.
Selain itu, fasilitas umum seperti lampu penerangan jalan umum (PJU) di sekitar Jembatan Dompak juga mengalami kerusakan.
Baca juga: Sidang Permohonan Perubahan Identitas Wakil Wali Kota Batam Digelar di PN Batam, Putusan Jumat
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang, Muhammad Yamin, menyatakan bahwa timnya akan menindaklanjuti laporan kerusakan di Kantor BAppelitbang. Namun, untuk sementara, fokus masih pada penanganan pohon tumbang di kawasan Batu 5 Atas.
Insiden ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap proyek pembangunan gedung berlantai tujuh di Komplek Pemprov Kepri senilai Rp 250 miliar.
Sejumlah tokoh, termasuk Jusri Sabri, Said Ahmad Sukri, dan Riswandi SAg, mengkritik proyek tersebut sebagai pemborosan anggaran di tengah kondisi keuangan Pemprov Kepri yang dinilai "darurat".
Jusri Sabri menuding proyek ini sebagai bentuk balas budi kepada pihak-pihak yang diduga mendukung Pilgub Kepri sebelumnya. "Proyek jumbo ini tidak tercantum dalam RPJMD dan diduga terkait dengan oknum pengusaha lokal yang menjadi pemenang tender," ujarnya.
Ia juga mempertanyakan alasan pembangunan gedung baru sementara banyak proyek strategis seperti pelebaran jalan di Batu 10 dan pembangunan fly over di Simpang Melayu Kota Piring masih tertunda.
Publik meminta Pemprov Kepri, yang dipimpin Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Nasution, untuk lebih transparan dalam pengelolaan anggaran.
Apalagi, proyek tersebut menggunakan skema multi-year payment, yang dinilai berpotensi membebani APBD tahun-tahun berikutnya.
Baca juga: Nelayan Lingga Meninggal di Hotel Metro Tanjungpinang, Diduga Overdosis Obat Kuat
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemprov Kepri terkait kerusakan kantor BAppelitbang maupun tanggapan atas kritik proyek gedung baru. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Komentar Via Facebook :