HKTI Akhirnya Bersatu: Moeldoko Serahkan Kepemimpinan ke Orang Dekat Prabowo

HKTI Akhirnya Bersatu: Moeldoko Serahkan Kepemimpinan ke Orang Dekat Prabowo

Mantan Ketua HKTI Fadli Zon bersama dengan Sudaryono Ketua HKTI terpilih.

Nurjali

Jakarta, Batamnews – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) resmi mengakhiri dualisme kepengurusan setelah Musyawarah Nasional (Munas) ke-X yang digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Juni 2025. 

Mantan Panglima TNI Moeldoko menyerahkan tongkat kepemimpinan HKTI kepada Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, yang juga dikenal sebagai kader Partai Gerindra dan orang dekat Presiden Prabowo Subianto.  

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) HKTI Oesman Sapta Odang (OSO). Moeldoko menyatakan bahwa Rapat Pimpinan (Rapim) telah sepakat menunjuk Sudaryono sebagai Ketua Umum HKTI menggantikan dirinya.  

Baca juga: KKP Larang Pertambangan di Pulau Kecil, Ini Aturan dan Dampaknya!

“Di dalam Rapim, kita telah memilih, menunjuk, dan mempercayakan Bapak Wamentan, Bapak Sudaryono, untuk memimpin HKTI ke depan,” ujar Moeldoko.  

Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah ratusan pengurus HKTI dari berbagai daerah. Sudaryono, yang duduk di barisan depan, langsung berdiri memberi hormat kepada Moeldoko dan seluruh anggota yang hadir. 

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah itu pun mengepalkan tangan sambil meneriakkan “HKTI!” sebagai tanda semangat baru organisasi.  

Moeldoko menegaskan bahwa mulai hari ini, HKTI hanya satu dan tidak ada lagi perpecahan. “Kalau kita berbicara HKTI, mulai saat ini, tidak ada lagi dualisme HKTI. HKTI hanya satu, dan satu HKTI,” tegasnya.  

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk fokus memperjuangkan nasib petani, bukan lagi memperdebatkan perbedaan di internal organisasi. 

“Kita mesti memikirkan petani, jangan lagi memperbincangkan perbedaan di antara kita. Itu sudah lewat,” ujarnya.  

Ketua BPO HKTI Oesman Sapta Odang (OSO) memastikan penyatuan dua kubu HKTI akan berjalan mulus hingga ke tingkat akar rumput. Menurutnya, dengan lebih dari 76 juta petani di Indonesia, HKTI harus aktif turun ke desa-desa untuk membela kepentingan petani. 

“Petani itu tulang punggung dan salah satu kekuatan bangsa,” tegas OSO.  

Baca juga: Perusahaan & Peternak Sepakat, Harga Ayam Hidup di Bintan Tak Boleh di Bawah Rp24.000/kg

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta agar tidak ada lagi dualisme di tubuh HKTI. Ia juga berpesan kepada Sudaryono untuk merangkul semua pihak demi kemajuan organisasi. 

“Rangkul semuanya masuk ke dalam organisasi, jangan sampai tidak. Tapi nanti kalau ada yang tidak kerja, tinggal dicoret,” kata Amran dengan nada tegas namun diselingi tawa hadirin.  

Moeldoko berharap kepemimpinan Sudaryono dapat membawa HKTI lebih progresif dalam memperjuangkan kesejahteraan petani. “Kita tidak hanya ingin bersatu, tetapi menyatu,” ujarnya.  

Dengan penyerahan kepemimpinan ini, HKTI memasuki babak baru di bawah pimpinan figur yang dekat dengan pemerintahan, membuka peluang kolaborasi lebih kuat antara organisasi tani dan kebijakan pertanian nasional.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :