Pulau Penyengat, Warisan Sejarah Melayu yang Diusulkan Dapat Dukungan Nasional

Pulau Penyengat, Warisan Sejarah Melayu yang Diusulkan Dapat Dukungan Nasional

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin saat ziarah di salah satu makam bersejarah di Pulau Penyengat.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menegaskan bahwa Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), merupakan simbol penting kebesaran budaya dan pemikiran Melayu dalam sejarah Indonesia.  

Menurutnya, pulau bersejarah itu menjadi titik awal lahirnya banyak pemikiran besar tokoh bangsa. Bahkan, Pulau Penyengat diyakini sebagai tempat kelahiran bahasa Melayu, yang kemudian menjadi cikal bakal bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.  

“Dari sini, kita belajar bahwa kemajuan bangsa harus berakar pada identitas dan peradaban lokal,” ujar Sultan Bachtiar usai mengunjungi Pulau Penyengat, Senin, 9 Juni 2025.

Baca juga: Realisasi APBD Kota Batam Hingga Juni 2025 Baru Capai 32,2%, PAD Terserap Rp679 Miliar  

Ia menyatakan, DPD RI siap mendorong kebijakan nasional untuk mendukung pelestarian dan pengembangan kawasan bersejarah seperti Pulau Penyengat.  

“Kami berkomitmen memastikan daerah dengan warisan sejarah seperti ini mendapat perhatian dan dukungan, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan pelestarian budaya,” tegasnya.  

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyambut positif kunjungan Ketua DPD RI tersebut. Menurutnya, kunjungan ini menjadi bentuk nyata dukungan pimpinan DPD RI terhadap nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Kepri.  

“Kunjungan ini membangkitkan semangat kami untuk terus menjaga warisan sejarah dan budaya Melayu, yang menjadi kebanggaan Kepri. Apalagi, tiga tokoh yang dimakamkan di sini telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Ini kehormatan besar bagi kami,” ujar Ansar Ahmad.  

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPD RI didampingi Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung dan Gubernur Ansar Ahmad menelusuri jejak sejarah dan budaya Melayu di Pulau Penyengat.  

Rombongan memulai kunjungan dengan melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, yang dikenal sebagai pusat spiritual dan intelektual Kerajaan Riau-Lingga.  

Baca juga: Review Galaxy S25 Edge: 5 HP Alternatif dengan Performa Lebih Stabil & Harga Lebih Murah

Selanjutnya, mereka berziarah ke Kompleks Makam Pahlawan Nasional Raja Haji Fisabilillah, Makam Engku Puteri Raja Hamidah, dan Makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji. 

Di ketiga lokasi ini, mereka turut mendoakan arwah para tokoh bangsa yang telah berjasa dalam sejarah Indonesia.  

Kunjungan ini semakin mengukuhkan pentingnya pelestarian warisan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas bangsa.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :