Profil Letjen Djaka Budi Utama: Dari Tim Mawar ke Dirjen Bea Cukai, Ini Jejak Kariernya
Letnan Jenderal TNI Djaka Budi Utama, S.Sos.
Jakarta, Batamnews – Letnan Jenderal TNI Djaka Budi Utama dikabarkan akan menduduki posisi strategis sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Ia akan menggantikan Askolani yang telah menjabat sejak Maret 2021.
Informasi ini mencuat setelah Djaka Budi Utama bersama Bimo Wijayanto—yang disebut-sebut akan menjabat Dirjen Pajak—menghadap Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut membahas arahan presiden terkait perbaikan sistem perpajakan dan kepabeanan Indonesia.
“Nanti pengumuman resminya ditunggu saja dari Kementerian Keuangan,” kata Bimo Wijayanto kepada wartawan di Istana, Jakarta, Senin, 20 Mei 2025.
Baca juga: Kabar Duka: Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab, Meninggal Dunia
Djaka Budi Utama merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang lulus dari Akademi Militer Magelang tahun 1990. Pria kelahiran 1967 ini memiliki rekam jejak panjang di dunia militer dan sipil.
Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam (2021-2023), Asisten Panglima Intelijen TNI (2023-2024), Irjen Kementerian Pertahanan (Juni-Oktober 2024) dan Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) (sejak Oktober 2024).
Nama Djaka Budi Utama pernah mencuat dalam operasi kontroversial Tim Mawar, sebuah unit intelijen TNI yang terlibat dalam kasus penculikan aktivis pada 1997-1998.
Saat itu, Djaka menjabat sebagai Wakil Komandan Unit II Tim Mawar di bawah pimpinan Kapten Yulius Selvanus.
Dalam operasi tersebut, 23 orang diculik, 13 di antaranya hingga kini masih hilang. Kasus ini berujung pada pengadilan militer (Mahmilti II) pada 1999, di mana 11 anggota Tim Mawar dihukum.
Djaka sendiri divonis 1 tahun 4 bulan penjara, tetapi tidak dipecat dari dinas militer setelah mengajukan banding—berbeda dengan beberapa rekannya yang diberhentikan dari TNI.
Setelah nanti dilantik sebagai Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama akan memegang peran krusial dalam pengawasan perdagangan dan penerimaan negara. Namun, publik masih menunggu kepastian resmi dari Kementerian Keuangan terkait penunjukan ini.

Komentar Via Facebook :