YR Gelar Kepri Championship International Youth Football di Batam, Diikuti 100 Tim dari 3 Negara
Event Organizer YR Gelar Kepri Championship International Youth Football di Batam. (foto. batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Kota Batam kembali menjadi tuan rumah ajang sepak bola usia dini bertaraf internasional, Kepri Championship International Youth Football, yang memasuki edisi ke-8 sejak pertama kali digelar pada 2018.
Turnamen ini menarik 100 tim dari berbagai daerah di Indonesia serta negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Sebelum pertandingan dimulai, panitia akan menggelar technical meeting pada Kamis malam 15 Mei 2025 di Nagoya Mansion. Pertemuan tersebut membahas regulasi pertandingan serta pembagian grup melalui sistem undian.
Baca juga: Sri Rezeki Siap Bawa Olahraga Karimun Naik Kelas, Fokus Cetak Prestasi dan Kembangkan Sport Tourism
Direktur Turnamen, Yora Amir, menjelaskan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi dan pembinaan generasi muda di bidang sepak bola.
"Ini adalah Kepri Championship, turnamen sepak bola internasional untuk anak usia 9 hingga 15 tahun. Disebut internasional karena pesertanya berasal dari luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia—bahkan hampir seluruh wilayah Malaysia, termasuk Kuala Lumpur, Selangor, Pahang, Melaka, dan Johor," ujar Yora dalam konferensi pers, Kamis, 15 Mei 2025.
Selain tim luar negeri, turnamen ini juga diikuti oleh berbagai tim dari Indonesia, termasuk Medan, Dumai, dan Batam.
"Total ada 100 tim yang berpartisipasi, terdiri dari 19 tim Singapura, 24 tim Malaysia, dan sisanya dari Indonesia, termasuk 42 tim dari Batam," tambahnya.
Babak penyisihan akan digelar di dua lokasi, yaitu Stadion Tumenggung dan Stadion Citra Mas di Kabil. Sementara itu, babak knock-out hingga semifinal akan dipusatkan di Stadion Tumenggung pada hari Minggu.
Turnamen ini diselenggarakan oleh YR Event Organizer (singkatan dari Yora dan Rekan). Tahun ini, jumlah peserta luar negeri menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan.
"Dulu tim luar negeri hanya beberapa, sekarang hampir 40% peserta berasal dari luar negeri. Bahkan sempat ada pendaftaran dari Vietnam dan Thailand, namun mereka membatalkan karena kendala transportasi ke Batam," jelas Yora.
Baca juga: Mobile Legends hingga PUBG: Bupati Cup Bintan 2025 Jadi Ajang E-Sport Terbesar di Kepri
Lebih dari sekadar kompetisi, Yora menekankan pentingnya pembinaan karakter melalui turnamen ini.
"Tujuan kami jelas: membina anak-anak usia dini tidak hanya dari sisi teknis, tapi juga sikap. Mereka harus belajar menerima kemenangan dan kekalahan. Ini penting untuk membentuk mental pemain muda Indonesia," tegasnya.
Yora berharap Pemerintah Kota Batam dapat mendukung kegiatan ini mengingat dampak positifnya bagi pengembangan olahraga dan potensi sport tourism.
"Saat ini turnamen masih diselenggarakan secara mandiri. Kami berharap Pemkot Batam dapat melirik dan mendukung kegiatan ini, karena kehadiran tim-tim internasional bisa menjadi daya tarik bagi sport tourism di Batam," pungkasnya.
Komentar Via Facebook :