Seorang Ibu Rumah Tangga Nekat Adang Truk Tanah Hingga Nyaris Terkubur Hidup-hidup

Seorang Ibu Rumah Tangga Nekat Adang Truk Tanah Hingga Nyaris Terkubur Hidup-hidup

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi dramatis seorang ibu rumah tangga mengadang truk tanah di kawasan Teluk Bakau.

Nurjali

Batam, Batamnews – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi dramatis seorang ibu rumah tangga mengadang truk tanah di kawasan Teluk Bakau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. 

Wanita itu nekat berdiri di buritan truk yang tengah membongkar tanah untuk proyek penimbunan lahan, sebagai bentuk penolakan atas penggusuran yang dilakukan oleh pihak pemilik alokasi lahan dari BP Batam.

Aksi ini terjadi di tengah konflik lahan yang telah berlangsung selama sebulan terakhir antara warga Teluk Bakau dengan pemilik lahan. 

Baca juga: Pelaku Pecah Kaca Mobil di Batam Buka Suara: "Belajar Tekniknya di Medan"  

Beberapa warga disebut telah menerima ganti rugi, namun sebagian lainnya memilih bertahan di atas lahan yang telah mereka tempati bertahun-tahun.

Dalam video tersebut, terlihat ibu itu dengan penuh keberanian berdiri mengadang truk, berteriak meminta penghentian aktivitas penimbunan. Meski situasi sempat menegangkan, aksi tersebut tidak berujung fatal dan sang wanita berhasil selamat dari insiden itu.

Salah seorang warga menyebut bahwa kejadian ini terjadi beberapa hari lalu. "Warga menolak digusur karena belum jelas soal penggantiannya," ujarnya kepada Batamnews.co.id, Senin, 21 April 2025.

Warga Teluk Bakau menilai bahwa belum ada kejelasan hukum dan kompensasi yang adil sebelum penggusuran dilakukan. 

Mereka mendesak BP Batam dan pihak investor untuk duduk bersama menyelesaikan konflik secara bijak dan manusiawi.

Diketahui, lahan yang kini ditimbun itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan sebuah pabrik oleh perusahaan swasta. 

Baca juga: Dampak Tutupnya Matahari TCC: Nasib Karyawan dan Ancaman bagi Perekonomian Tanjungpinang

Namun hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemilik lahan atau BP Batam terkait kejadian ini.

Aksi perlawanan warga ini menjadi potret persoalan agraria yang kerap muncul di tengah pesatnya pembangunan di Batam. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah mediasi untuk menghindari konflik horizontal yang berkepanjangan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :