Terpilih Secara Aklamasi, H. Nurman Pimpin Keluarga Besar Rumah Gadang Kepri

Terpilih Secara Aklamasi, H. Nurman Pimpin Keluarga Besar Rumah Gadang Kepri

Foto Bersama Ketua Terpilih IKSB Dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi

Nurjali

Batam, Batamnews – Semangat persatuan dan silaturahmi perantau Minang di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya terwujud dengan berdirinya Keluarga Besar Rumah Gadang (KBRG) Kepri. 

Organisasi ini resmi dibentuk dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-1 yang digelar di Pacific Palace Hotel, Batam, pada Minggu, 11 Mei 2025. 

Acara dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Dt. Marajo, dan berlangsung penuh keakraban dengan peserta dari delapan organisasi Minang di tujuh kabupaten/kota se-Kepri.  

Proses pemilihan ketua umum KBRG Kepri berlangsung mulus, berbeda dengan dinamika pemilihan organisasi pada umumnya. 

Baca juga: PMII Kepri Resmi Miliki Ketua Baru, Arie Rahmardani Kurniawan Pimpin Periode 2025-2027

Dari empat calon yang diusulkan AKBP (Purn) Muhammad Marion, H. Nurman, Syaiful Badri, dan Syaiful hasil musyawarah kecil delapan organisasi penggagas memutuskan H. Nurman sebagai ketua terpilih secara aklamasi. 

Keputusan ini langsung disetujui seluruh peserta Mubes, termasuk Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Harris Pratamura, yang turut hadir.  

Nurman kemudian membentuk tim formatur beranggotakan 13 orang, terdiri dari perwakilan delapan organisasi, penggagas, sesepuh, dan ketua steering committee (SC). Tim diberi waktu maksimal tiga bulan untuk menyusun kepengurusan KBRG Kepri.  

Salah satu sesepuh Minang, Iskandar Yakob, menyebut pembentukan KBRG sebagai momen bersejarah. 

"Gagasan ini sudah ada sejak 20 tahun lalu, tetapi baru sekarang terwujud dengan suasana kekeluargaan," ujar mantan Ketua IKSB Batam itu.  

Ia mengakui bahwa tidak semua pihak langsung menerima kehadiran organisasi ini, tetapi hal itu wajar dalam iklim demokrasi. 

"Kritik boleh, asal jangan memadamkan semangat persatuan. Ini organisasi sosial, tujuannya untuk mempererat silaturahmi," tegasnya.  

Syaiful Badri, Ketua SC Mubes, menegaskan bahwa KBRG bersifat inklusif. "Seperti rumah, siapa pun boleh masuk atau keluar dengan bebas. Tidak ada paksaan, yang penting tujuannya untuk kebaikan bersama," ujarnya.  

H. Nurman menegaskan bahwa KBRG bukan induk organisasi, melainkan wadah koordinasi bagi perantau Minang yang tersebar di berbagai pulau di Kepri. 

"Kita kuat, tetapi terpecah karena geografis. KBRG hadir untuk menjembatani itu," jelas pengusaha asal Tanjungpinang tersebut.  

Baca juga: 10 BPW se-Sumatera Dukung Andi Amran Sulaiman Jadi Ketua Umum KKSS

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyatakan bahwa salah satu program utamanya adalah memperkuat hubungan ranah dan rantau. Ia mendorong perantau untuk berkontribusi membangun Kepri sekaligus menjadi duta budaya Minang.  

"Jadilah etalase Minang. Ceritakan pada anak-anak tentang kehebatan tokoh-tokoh Minang yang telah mengubah sejarah bangsa," pesannya. 

Ia juga berpesan agar perantau tak ragu mencari rezeki di rantau, asalkan tetap menjaga identitas dan kebanggaan sebagai orang Minang.  

Dengan terbentuknya KBRG Kepri, diharapkan persatuan dan sinergi antarperantau Minang di Kepri semakin kuat, baik dalam bidang sosial, budaya, maupun ekonomi.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :